» “Kegenitan Geopolitik” » Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara


Tick News
13-10-2015
Perkembangan Situasi Jalur Gaza
Indonesia Kecam Serangan Udara Israel ke Gaza

Pemerintah Indonesia mengecam serangan angkatan udara Israel ke Jalur Gaza pada 11 Oktober 2015  yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka terhadap penduduk sipil. Indonesia juga menyerukan agar aksi militer Israel di Gaza dihentikan.


Israel meluncurkan serangan udara di Jalur Gaza pada 11 Oktober 2015, dengan target dua pabrik persenjataan yang diduga fasilitas milik kelompok Hamas.  Pemerintah Indonesia melalui laman kementerian luar negeri kemlu.go.id menghimbau kepada warga negara Indonesia yang berada di wilayah Gaza untuk waspada dan berhati-hati.

"KBRI Amman dan KBRI Kairo telah membuka layanan informasi dan hotline. KBRI Amman: Sdr. Dhany Rahmat Mulia di: +962799891694, Hotline KBRI Amman: +962775194123. KBRI Kairo: Sdr. Doddy Harendro di: +201028100662, Hotline KBRI Kairo: +201022229989 atau +2010515185795," demikian dikutip laman kemenlu.

Seperti diketahui, meningkatnya insiden keamanan yang terjadi selama tiga belas hari terakhir dikhawatirkan akan semakin memperburuk instabilitas di kawasan khususnya di Jerusalem Timur dan Tepi Barat (West Bank). (TGR/KLRI)

 



Artikel Terkait
» Surat Terbuka SBY Kepada Pemimpin Dunia Terkait Krisis Kemanusian di Gaza
» Jet Tempur Israel Bombardir Gaza



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Trump Dikte Anaknya Berbohong, Gedung Putih Cari Pembenaran

Pabrik Farmasi asal Jerman Siap Beroperasi

HMI Cabang Padang: Keluarkan Israel dari Keanggotaan PBB

Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »