» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Geopolitik
15-10-2015
Geopolitik Lumajang
Penulis : Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute (GFI)
Gara-gara terbunuhnya Salim Kancil, kota Lumajang yang berlokasi di Jawa Timur sontak orang mulai tersadar bahwa ada sebuah kota yang punya sejarah, kisah dan khasanah budaya yang kaya dan cukup membanggakan. Selain tanahnya yang subur. Lumajang merupakan bagian dari kabupaten Probolinggo. Berarti, termasuk wilayah Tapal Kuda. Tapal Kuda merupakan wilayah yang meliputi kota-kota pantai Jawa Timur bagian tiur yaitu Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, terus membentang menyisir pantai selatan madura mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan, sampai Sumenep.

Karena Lumajang masuk wilayah Tapal Kuda, maka kota ini termasuk wilayah yang cukup strategis sebagai kunci sukses dalam menciptakan stabilitas dan keamanan di wilayah Tapal Kuda.  Sekadar info, Lumajang adalah sebuah kota kecil yang terletak disebelah timur kaki gunung Semeru di propinsi Jawa Timur. Lumajang dapat di tempuh dalam waktu sekitar 4 jam dari Surabaya ke arah selatan.
 
Secara geografis wilayah Lumajang dikelilingi oleh pegunungan vulkanik dengan puncak-puncaknya berupa gunung api aktif. Di sebelah barat ada gunung Semeru yang merupakan gunung berapi aktif dan juga gunung tertinggi di pulau Jawa. Disebelah utara ada pegunungan Tengger, Bromo yang juga merupakan gunung berapi aktif. Dan juga gunung Lamongan. Letak Lumajang yang di apit oleh pegunungan menyebabkan wilayah Lumajang mempunyai lahan yang subur.
 
Namun, yang tak kalah menarik adalah geo-kultural Lumajang sebagai kota kuno yang sudah ada sejak era sebelum kerajaan Majapahit. Bahkan, ada sebuah cerita menarik tentang Raden Wijaya dan Arya Wiraraja. Yaitu tentang pemberian tanah hadiah oleh Raden Wijaya kepada Arya Wiraraja atas jasa-jasanya telah membantu Raden Wijaya mengalahkan Jayakatwang. 
 
Janji Raden Wijaya kepada Arya Wiraraja diceritakan dalam kidung Panji Wijayakrama yang dikutip oleh Slamet Mulyana (2006:122) bahwa Raden Wijaya secara jujur berjanji kepada Wiraraja, jika kelak Kabul maksudnya, dapat menguasai pulau Jawa, sebagai tanda terima kasih, kerajaan akan dibagi menjadi dua antara Raden Wijaya dan Arya Wiraraja, dimana Arya Wiraraja mendapatkan Lamajang Tigang juru meliputi Lamajang, Panarukan, dan Blambangan (Rangkuti,2003:27).
 
Sesudah Arya Wiraraja meninggal, yang menguasai Lamajang adalah Mpu Nambi. Gara-gara berontak terhadap Majapahit, kekuasaan Mpu Nambi di Lamajang tidak bertahan lama karena kemudian Majapahit dibawah pemerintahan Jayanegara menumpas habis pemberontakan Nambi. Serangan Majapahit tersebut berhasil memporak-porandakan Lamajang bahkan pertahanan Mpu Nambi di Pajarakan juga ikut hancur lebur.
 
Sepertinya, Lumajang punya wibawa spiritual yang cukup kuat sampai-sampai jadi incaran para raja-raja Jawa tempo dulu maupun incaran berbagai kerajaan.
 
Lumajang kembali disebut-sebut dalam dokumentasi sejarah ketika Raja Majapahit Hayam Wuruk berkunjung Lumajang dalam rangka kunjungan kenegaraan. Dikisahkan dalam kitab Negara Kartagama karya Mpu Prapanca, beberapa nama tempat di Lamajang yang disinggahi oleh Hayam Wuruk antara lain, Padhali (Ranubedali), Arenon (Kutorenon), Panggulan, Payaman, Rembang (Tempeh), Kamirahan, Kunir. Menurut Gunadi (1990) ada 8 kota kuno di Lumajang yaitu, Kertosari, Lumajang, Pajarakan, Kandangan, Kunir, Kutorenon, Kertowono dan Pasrujambe.
 
Tidak saja semasa kekuasaan Majapahit. Di era kerajaan Islam Demak, Lumajang jadi incaran Demak maupun kerajaan Demak maupun Mataram. Sepertinya Lumajang secara geostrategis sangat diperhitungkan sebagai wilayah yang jadi batu loncatan untuk penguasaan daerah-daerah lainnya. 
 
Seperti yang ada  dibenak Sultan Agung Mataram, untuk menguasai Blambangan (Banyuwangi), secara geografis Lumajang harus ditaklukkan terlebih dahulu. Begitu Lumajang ditaklukkan oleh Sultan Agung, maka Lumajang jadi pos penyerangan terdepan. 
 
Tapi ya itu tadi. Meski dikenal sebagai kota kuno yang tetap lestari  yang kaya akan khasanah budaya dan sejarah, Lumajang seakan tenggelam oleh perkembangan zaman. 
 
Terbunuhnya Salim Kancil dan kisruh pertambangan liar yang sarat berbagai kepentingan para elit politik dan aparat keamanan di daerah, sontak menyadarkan kita bahwa Lumajang mengandung sumberdaya alam yang cukup kaya di bawah permukaan bumi. Punya nilai strategis secara geografis, dan kaya secara geo-kultural. 
 
Di atas itu semua, Lumajang punya sejarah dan cerita. Hikayat Lumajang. 


Artikel Terkait
» Menakar Kepedulian Presiden RI Terhadap Papua
» Membayangkan Masa Depan Sulut dalam Kiprah Global
» Aceh dan Papua, Satu Skema Penguasaan Asing?
» Mengapa Kita Harus Hidupkan Kembali Geopolitik?
» Gatot Nurmantyo: Bisa Jadi Konflik Dunia Bergeser ke Indonesia
» Ruang Sebagai Inti Geopolitik
» Geopolitik Kawasan Asia Tenggara: Perspektif Maritim



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »