» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Afrika
03-11-2015
14 pekerja sosial diculik di Kongo

Empat belas pekerja sosial pada Minggu (1/11) diculik di kawasan timur negeri Republik Demokratik Kongo yang bergolak.


"Dua belas peneliti dan dua sopir yang dalam perjalanan kembali dari tugas mengumpulkan bukti keadaan gizi diculik di wilayah Rutshuru di Kota Katwiguru," kata Kepala Pusat Pembangunan Desa, Paul Muhasa, kepada kantor berita AFP.

Kota itu berjarak sekitar 120 kilometer arah timur laut Goma, ibu kota Kivu, dan merupakan kota utama di kawasan tersebut.

"Identitas penyerang belum diketahui," kata Muhasa melalui telepon dari Goma.

Lewat telepon dari Rutshuru, wakil kepala pemerintahan Liberata Burotwa mengatakan ia mencurigai gerilyawan Pasukan Demokratik untuk Pembebasan Rwanda berada di balik penculikan itu.

Gerilyawan Hutu Rwanda, yang sebagian terlibat dalam aksi genosida Rwanda tahun 1994, ditengarai sering melakukan kejahatan terhadap warga sipil di wilayah timur Kongo.

Pada Senin, sejumlah kota di timur menjadi lumpuh karena aksi diam di rumah yang dilakukan masyarakat untuk menekan pemerintah agar segera mengambil tindakan dalam kasus penikaman oleh gerilyawan Rwanda yang menyebabkan tiga korban luka parah.



Artikel Terkait
» Burkina Faso army enters capital to disarm coup leaders
» China to take over strategic US military base in Djibouti
» Security Council renews mandate of UN Mission in Somalia
» 14 killed in Kenya inter-ethnic clashes
» Sudan's Bashir leaves South Africa despite court order



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »