» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Migas
19-11-2015
Freeport
Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR

Pengkaji geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit menilai PT Freeport Indonesia berhasil mengadu domba antara pemerintah dan DPR terkait kasus perpanjangan kontrak PT Freeport. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said secara resmi melaporkan Ketua DPR Setya Novanto kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk memperpanjang kontrak Freeport. Akibat pengaduan Sudirman tersebut, hubungan pemerintah dan DPR memanas.


"Angle pemberitaan media seharusnya bukan menyoroti sepak-terjang Setya Novanto atas dasar tudingan Menteri ESDM. Yang harus difokuskan justru pada sepak terjang Freeport yang berhasil mengadu domba para pemain kunci pemerintahan kita. Seperti halnya sepak terjang VOC Belanda ketika mengadu domba para pangeran di Kerajaan Mataram,” kata Hendrajit seperti dikutip Obsessionnews.com dalam tulisannya di akun Facebooknya Selasa (17/11/2015).

Menurutnya, VOC Belanda maupun Freeport sebagai VOC gaya baru bisa dengan mudah menguasai sumber daya alam kita, karena begitu mudahnya para elit politik kita diadu domba. Hal itu disebabkan mereka bernafsu untuk memegang kewenangan dalam berunding dengan Freeport.

“Bahkan VOC Belanda dulu saking nafsunya para pangeran dan adipati berebut posisi kekuasaan untuk bagi hasil dengan penjajah Belanda, akhirnya Mataram dibelah dua menjadi Solo dan Yogya. Jadi, kelakuan Freeport  mengadu domba unsur pemerintah dan DPR ini bisa jadi pertanda yang tidak bagus untuk ke depannya. Pihak asing jadi dengan mudah melakukan pemetaan politik internal NKRI. Sekaligus menciptakan prakondisi pelemahan internal NKRI,” tuturnya.

Hendrajit menambahkan, Freeport dalam hal ini James Moffet dan jajaran direksinya, tampaknya tahu persis di lingkar dalam kekuasaan Jokowi sedang terjadi keretakan karena berebut lahan-lahan strategis perekonomian. Khususnya di sektor energi dan migas. (Arif RH/obsessionnews.com)


Sumber :http://obsessionnews.com
Artikel Terkait
» Audit Forensik Petral Separoh Hati dan Lips Service
» Beragam Investasi Bermasalah di PGN
» Ahli Kebijakan Energi: Audit Forensic Petral Janggal dan Mencurigakan
» Sistem di Kementerian ESDM Dinilai Breakdown, Sudirman Said Marah Pada Komisi VII
» Silang Pendapat Faisal Basri Vs Pertamina Soal Minyak Sonangol, Siapa Bohong?
» Misteri Ketidakhadiran Daniel Purba saat Raker Komisi VII
» Benarkah Pemerintah Akan Jual Pertamina?



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »