» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Kesehatan
16-12-2015
Depresi
Penelitian: Gejala Depresi Pria dan Wanita Berbeda

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan Universitas Nasional Kyungpook dan Universitas Nasional Seoul menunjukkan bahwa gejala depresi sangat bervariasi tergantung jenis kelamin.


Penelitian yang dilaksanakan terhadap 19.000 pasien ditemukan bahwa pria dan wanita masing-masing menunjukkan gejala depresi yang berbeda.
 
Hasil penelitian itu menyebutkan keluhan kelelahan oleh kaum wanita lebih besar 2,8 kali dibandingkan dengan pria. Jumlah pasien yang menunjukkan hipersomnia atau gejala ngantuk yang berlebihan juga 2,5 kali lebih besar dari kaum pria.

Sementara itu, kaum pria mengeluhkan penurunan keinginan untuk  berhubungan badan 2 kali lebih besar dari kaum wanita.

Para peneliti berpendapat hal itu kemungkinan disebabkan oleh adanya perbedaan metabolisme energi cerebral yang berhubungan depresi atau hormon tertentu yang dapat menyebabkan gangguan neurologis. (TGR/KBS)

Caption Foto: Ilustrasi orang mengalami depresi (istimewa)



Artikel Terkait
» Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Vaksin Obati Kanker Mulut Rahim
» Banyak Program Tidak Berjalan, Meningkat Angka Kematian Ibu
» Peneliti Cina: Virus Flu Burung Mulai Menular Antar-Manusia
» Pasca Invasi Irak, Angka Bunuh Diri Tentara AS Meningkat
» Peneliti: Polusi Dari Mobil Dapat Merusak Otak



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »