» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Kesehatan
16-12-2015
Depresi
Penelitian: Gejala Depresi Pria dan Wanita Berbeda

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan Universitas Nasional Kyungpook dan Universitas Nasional Seoul menunjukkan bahwa gejala depresi sangat bervariasi tergantung jenis kelamin.


Penelitian yang dilaksanakan terhadap 19.000 pasien ditemukan bahwa pria dan wanita masing-masing menunjukkan gejala depresi yang berbeda.
 
Hasil penelitian itu menyebutkan keluhan kelelahan oleh kaum wanita lebih besar 2,8 kali dibandingkan dengan pria. Jumlah pasien yang menunjukkan hipersomnia atau gejala ngantuk yang berlebihan juga 2,5 kali lebih besar dari kaum pria.

Sementara itu, kaum pria mengeluhkan penurunan keinginan untuk  berhubungan badan 2 kali lebih besar dari kaum wanita.

Para peneliti berpendapat hal itu kemungkinan disebabkan oleh adanya perbedaan metabolisme energi cerebral yang berhubungan depresi atau hormon tertentu yang dapat menyebabkan gangguan neurologis. (TGR/KBS)

Caption Foto: Ilustrasi orang mengalami depresi (istimewa)



Artikel Terkait
» Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Vaksin Obati Kanker Mulut Rahim
» Banyak Program Tidak Berjalan, Meningkat Angka Kematian Ibu
» Peneliti Cina: Virus Flu Burung Mulai Menular Antar-Manusia
» Pasca Invasi Irak, Angka Bunuh Diri Tentara AS Meningkat
» Peneliti: Polusi Dari Mobil Dapat Merusak Otak



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »