» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Kesehatan
28-12-2015
Virus Ebola
Lembaga Penelitian Bersenjata Korsel Kembangkan Alat Diagnosa Virus Ebola

Sebuah lembaga penelitian di bawah Komando Kesehatan Angkatan Bersenjata Korea Selatan telah mengembangkan sebuah alat diagnosa yang dapat mendeteksi di tempat apakah seseorang terinfeksi virus Ebola atau brucellosis.


Seperti yang dilansir laman world.kbs.co.kr, seorang pejabat lebaga itu pada Senin (28/12/2015) mengatakan, lembaga itu sedang mengajukan hak paten atas alat yang dapat melakukan diagnosa selama 15 menit.

"Hasil diagnosa kemudian akan dikirim ke laboratorium dan hasilnya akan diterima dalam 3 jam," demikian dikutip laman world.kbs.co.kr.

Tahun lalu lembaga itu mengajukan paten untuk suatu alat yang pada waktu yang sama dapat mengdiagnosa empat jenis bakteri patogen tinggi, termasuk bakteri yang menyebabkan anthrax dan pes. (TGR/KBS)

Caption Foto: ilustrasi evakuasi pasein terserang Virus Ebola (istimewa)



Artikel Terkait
» Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Teknologi Obat Antibiotik Super-Bakteri
» Peneliti Korsel Berhasil Kembangkan Vaksin Obati Kanker Mulut Rahim
» Marinir Amerika Diterjunkan Perangi Ebola
» Obama: Ebola Ancaman Keamanan Global
» Epidemi Ebola di Afrika Barat Telah Lepas Kontrol
» Peneliti Korsel Temukan Senyawa Baru Pengobatan Parkison



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Holding BUMN dan Bancakan Kekuasaan

Federasi Nusantara dan Segala Hal yang Perlu Diperjuangkan

Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »