» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Migas
23-01-2016
Minyak Mentah Mentah Iran
Yunani Pembeli Minyak Iran Pertama Pasca Sanksi Internasional

Hellenic Petroleum, perusahaan penyulingan minyak mentah terbesar di Yunani pada Jumat waktu setempat, menyepakati pembelian minyak mentah dari Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC). Kesepakatan ini menjadikan Hellenic perusahaan penyuling minyak Eropa pertama yang mengawali hubungan dagang dengan Tehran pasca pencabutan sanksi internasional.


Kesepakatan ini dilakukan setelah Wakil Menteri Perminyakan Iran Amir Hossein Zamaninia dan timpalannya dari Yunani Panos Skourletis bertemu di Athena Jumat waktu setempat ini.

Lewat kesepakatan ini menjadikan perusahaan penyuling minyak Yunani itu akan mulai membeli minyak dari Iran sesegera mungkin dan akan menyelesaikan utang jutaan euro kepada NIOC.

Hellenic Petroleum diperkirakan berutang 550-600 juta dolar AS kepada Iran untuk minyak yang dibelinya sebelum sanksi, tetapi tidak bisa membayar ketika embargo internasional diterapkan.

"Kesepakatan dicapai setelah pertemuan marathon di Athena dan Tehran," umum Hellenic Petroleum. "Kesepakatan ini bermanfaat untuk kedua belah pihak."

Iran Yakin Yunani Menjadi Pembuka Pasar di Eropa

Skourletis berkata kepada Reuters bahwa Iran yakin Yunani bisa menjadi saluran untuk membuka lagi pasar minyak Eropa.

"Mereka (Iran) secara positif menaruh perhatian kepada Yunani dan menganggap Yunani bisa menjadi kanal Eropa bagi mereka untuk memasuki lagi pasar minyak Eropa," kata dia seraya menyatakan kedua negara secara tradisional menjalin hubungan yang baik.

"Mereka (Iran) mengatakan bahwa (penyelesaian) utang bisa membuka kanal itu sehingga kerja sama kami ditingkatkan," kata Skourletis seraya menyatakan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras akan mengunjungi Iran awal bulan depan.

Seperti diketahui, Iran pernah menjual sebanyak 800.000 barel minyak per hari ke penyuling-penyuling minyak di Italia, Spanyol dan Yunani sebelum sanksi diterapkan dalam hubungannya dengan program nuklirnya.

Tehran menaikkan output minyaknya sampai 500.000 barel per hari yang 200.000 barel per harinya untuk Eropa, setelah sanksi itu dicabut Sabtu pekan lalu.

Namun banyak perusahaan dan rumah dagang Eropa tidak terburu-buru membeli minyak Iran karena ketidakpastian hukum menyangkut pencabutan sanksi yang masih membutuhkan waktu berpekan-pekan lamanya.

Hellenic Petroleum pernah menjadi pembeli besar minyak mentah Iran yang menyumbangkan sekitar 20 persen impor tahunan minyak mentah negara itu sebelum sanksi diterapkan terhadap Tehran pada 2011. (TGR/ANT)



Artikel Terkait
» KTT Forum Negara-Negara Pengekspor Gas di Tehran
» Krisis Minyak Rekayasa Saudi untuk Sakiti Iran
» Harga Minyak Dunia Terus Turun
» Iran Luncurkan Terminal Ekspor Gas Kondensat di Perairan Teluk Persia
» Iran Siap Bangun Kilang Minyak Kecil di Irak dan Pakistan
» Iran-Armenia Barter Gas dengan Listrik
» Iran Menemukan Tambang Minyak dan Gas Dekat Perbatasan
» Impor Minyak Korsel dari Iran Naik 24 Persen



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »