» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Afrika
25-01-2016
Militer Burkina Faso Tangkap 11 Pelaku Kudeta Gagal Tahun Lalu
Sebelah bekas anggota pasukan pengawal kepresidenan Burkinabe yang terlibat dalam kudeta gagal tahun lalu telah ditangkap dalam sebuah penggerebegan di sebuah depot senjata di dekat ibukota Ouagadougou. Kantor berita Press TV melaporkan, Senin (25/1), mengutip keterangan pejabat militer senior Mahamadi Bonkoungou.

Penggerebegan tersebut berlangsung Jumat malam pekan lalu. Dalam aksi ini tidak terdapat korban jiwa dan kini gudang senjata itu dikuasai tentara. Penggerebegan terjadi di Yimdi, 20 kilometer sebelah barat Ouagadougou.
 
Bonkoungou mengatakan aparat keamanan masih mengejar 15 pelaku kudeta lainnya dan aparat keamanan di seluruh negeri telah ditingkatkan. Militer akan merilis foto para buronan tersebut dan berharap warga turut membantu pencarian.
 
Pasukan pengawal kepresidenan di bawah kepemimpinan Jendral Gilbert Diendere, melancarkan kudeta pada 17 September 2015 lalu. Mereka adalah loyalis mantan presiden Blaise Compaore, yang digulingkan oleh massa pada tahun 2014.
 
Namun aksi itu berhasil digagalkan oleh militer yang setia pada pemerintah, yang didukung oleh warga sipil. Bersama-sama mereka menyerang barak pasukan pengawal kepresidenan dan menangkap sejumlah besar anggota mereka. Setidaknya 11 orang tewas selama aksi kerusuhan itu.

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »