» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Migas
23-02-2016
Tata Kelola Migas Indonesia
Reformasi Tata Kelola Migas: Laba Bersih Pertamina Masih Merosot
Penulis : Sigid Kusumowidagdo, Human Captal Advisor di Bank Pundi Indonesia Tbk.
Memang perusahaan-perusahaan minyak dunia sedang mengalami tekanan dengan turunnya harga minyak dunia di bawah USD 50 per barel Pertamina sebagai perusahaan minyak negara tidak lepas dari kondisi itu. Tetapi kita juga mengharapkan perbaikan dengan kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan pemerintah yaitu: 

1. Dihapuskannya subisdi BBM untuk jenis premium dan dilepas harganya mengikuti harga pasar dunia dan untuk solar subsisdi dikurangi dan digunakan subsidi tetap. Harga gas (Elpiji) juga dilepas mengikuti harga pasar dunia. Sebagai konsekuensinya harga BBM dan Gas naik, walaupun sempat diturunkan tetapi nilai kenaikannya lebih banyak dari penurunannya. 
 
2. Dibentuknya Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Tim Anti Mafia Migas) oleh Menteri Enegi Sumber Daya MIneral (ESDM) dan 3. Dilkuidasinya sejak Mei 2015 Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang dianggap oleh pemerintah "sarang Mafia Migas" dan diganti dengan Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina. 
 
Tentunya kita semua mengharapkan dengan kebijakan-kebijakan itu Pertamina bisa lebih besar memperoleh keuntungan buat negara dan bisa melakukan investasi untuk eksplorasi migas agar persediaan energi migas Indonesia lebih bisa dihandalkan.Tetapi harapan itu belum terwujud karena laba bersih Pertamina masih merosot.
 
Di tahun 2013 Pertamina untuk pertama kali masuk top 500 perusahaan kelas dunia, pada peringkat nomor 122 di "Fortune Global 500 List of Companies". Tetapi posisi ini mungkin sudah merosot.
 
Berikut data laba bersih ( laba setelah dipotong pajak) atau Net Profit Pertamina dalam dolar AS (USD):
  1. 2013,LABA BERSIH= USD 3,07 miliar
  2. 2014 ,LABA BERSIH= USD 1,53 miliar
  3. 2015 LABA BERSIH = USD 1,39 miliar
  4. 2016 TARGET LABA BERSIH ditetapkan sebesar USD 1,61 miliar,turun dari target laba bersih 2015 sebesar USD 1,7 miliar dan hanya 53 % dari laba bersih tahun 2013 yang besarnya USD USD 3,07 miliar.
Kita masih harus menunggu hasil reformasi tata kelola migas, sementara kita menunggu juga diterapkannya pungutan pemerintah terhadap pembelian BBM untuk program ketahanan energi yang pelaksanaannya masih ditunda.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »