» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump


Geopolitik
14-03-2016
Kesiapan Kekuatan Maritim NKRI Sebagai Antisipasi Untuk Menghadapi Pertarungan Global AS-China Di Asia Pasifik
Penulis : Laksamana Pertama (Purn) Johanes Judiono

.


PENDAHULUAN

Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE )

 

 

 

SITUASI NEGARA SEKITAR TAHUN 1957

 

Substansi Unclos 82 sudah memuat semua unsur larangan-larangan akan tetapi tidak memuat sanksi pidana. Sanksi pidana diserahkan kepada perundangan masing-masing negara.

Contoh ketentuan pidana :
Nahkoda atau awak yang bertanggung jawab atas kapal selam atau kendaraan bawah air asing lainnya yang sewaktu melaksanankan lintas laut damai tidak berlayar di permukaan air dan menunjukkan bendera kebangsaannya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun.

 

Prof. Sarwono Kusumaatmadja

 

Negara Maritim ( Prof. DR. M. Dimyati Hartono SH. )
Kondisi geografis Indonesia sebagai daerah kepulauan  dengan melihat laut sebagai faktor vital dalam integritas wilayah seluruh Indonesia.

 

 

Negara Maritim :

  • Negara yang berada dalam kawasan / teritorial laut yang sangat luas
  • Negara yang mempunyai banyak pulau.
  • Negara yang di kelilingi wilayah laut dan perairan.
  • Negara yang sebagian besar penduduknya bekerja diwilayah perairan.
  • SDA & wilayah laut / dasar laut untuk kesejahteraan rakyat


Bung Karno :

  • "Dari sabang sampai merauke”
  • Satu kesatuan kebangsaan/kenegaraan, satu kesatuan ideologi yang bulat dan kuat.
  • Pancasila dan Trisakti harus kita pertahankan.
  • Pesan Bung Karno di atas itu identik dengan negara Maritim.


NKRI Dalam Peta Dunia

Yurisdiksi Nasional NKRI berdasarkan UNCLOS 82

 

PERMASALAHAN

Sengketa Laut Cina Selatan :

  1. Hukum Internasional
  2. Klaim wilayah

Inti dari geopolitik :

  1. Politik
  2. Ekonomi
  3. Militer

Geopolitik : Ilmu tentang pengaruh faktor geografi terhadap ketatanegaraan, kebijakan bangsa/negara sesuai dengan posisi geografis.

Strategi : Ilmu tentang penggunaan SDM untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang/damai
( Kamus besar Bahasa Indonesia pusat bahasa edisi ke 4 )

- AL Cina sedang menuju kepada status Blue Water Navy hal ini bisa dilihat dari upaya Cina untuk membangun kapal induk tipe ex Unisoviet  : Mink, Kiev & Varjag

- Kini Cina yang telah berstatus sebagai pemain ekonomi global tengah berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan status sebagai kekuatan global

- Kondisi ini yang membuat gerah negara-negara kawasan:

  • AS dalam berbagai kepentingan keamanan Internasional saat ini selalu menggunakan pdkt multirateral/koalisi untuk menghadapi polkam yang berkembang di laut Cina Selatan & Asia Pasific
  • Pertarungan globlal ini di Aspac  inilah yang merupakan salah satu jalan untuk menuju globalisasi dan pasar bebas
  • Hal seperti ini yang pernah di cetuskan oleh Bung Karno kedepan akan muncul Neokolonialisme dan Neokapitalisme
  • Dengan kondisi Geopolitik NKRI kedepan maka ALKI sistem & pengaturan Security Maritime harus ditingkatkan dan dikuasai dengan memanfaatkan fungsi TNI AL : Fungsi Militer, fungsi Diplomasi, dan fungsi Polisionil

 

 

 

 

SARAN

 

Untuk membangun jiwa bangsa negara Maritim:

  • Kenali Jati Diri Bangsa
  • Tahu Apa Yang Kita Miliki
  • Tahu Apa Yang Kita Mau
  • Kenali Geopolitik dan Geostrategi NKRI
  • Kenali Peluang
  • Ambil Posisi


Daftar Pustaka

  1. UUD 1945
  2. UNCLOS 1982
  3. DR. M. Dimyati Hartono SH, Yurisdiksi Nasional Indonesia sebagai Negara Nusantara 1983
  4. Indroko. S ( Mantan Kasal 2001 ) Konsep Kebijakan Maritim Indonesia 2001
  5. M.Husseyn Umar SH,Hukum Maritim dan masalah masalah pelayaran di Indonesia 2001
  6. Catatan sebagai Fellow Senior di National Maritime Institute ( Siswanto, Direktur Namarin Jakarta 2005 )
  7. DR. I Made Pasek Diantah. SH.MH,Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia bdsk UNCLOS 82.2002
  8. Gabriel B.Collins & Andrew S. Erickson, China’s Energy Strategy, the impact on Beijing a Maritime Policies, Naval Institute Press 2008
  9. Adi Sumardiman ( Tim Menlu Mochtar Kusumaatmadja pada Konvensi Hukum laut di Jamaica desember 1982 ) sebuah catatan 2010
  10. Hario Kecik ( Mantan Pangdam IX Mulawarman 1959-1965 ) Inteljen 2012
  11. Prof. Sarwono Kusumaatmadja, Menuju Road Map Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia
  12. Hindrajit & M. Arif Pranoto ( Global Future Institute ) Takdir Geopolitik Indonesia di tengah pertarungan global AS-China di Asia Pasific 2015

 

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Sekelumit tentang Sertifikasi Ulama

DK PBB Kutuk Serangan di Pasar Mogadishu

Unair Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Peraih Nobel

Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »