» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Amerika Latin
15-03-2016
Parlemen Venezuela Setujui Pemakzulan Presiden Maduro
Parlemen Venezuela yang dikuasai oposisi menyetujui langkah awal bagi pemakzulan Presiden Nicolas Maduro, Kamis kemarin (10/3). Namun keputusan final masih harus ditentukan melalui sidang yang lebih besar bulan ini. Selain itu, Maduro dipastikan tidak akan tinggal diam membiarkan kekuasannya dilucuti.

Seperti dilaporkan Press TV, Kamis petang, para anggota parlemen dari kelompok oposisi mengatakan langkah tersebut akan menjadi langkah transisi pemerintahan yang damai tahun ini. Namun para anggota parlemen dari partai penguasa, Socialist Party, mengecam langkah itu sebagai upaya kudeta.
 
Kelompok oposisi Venezuela sudah mencanangkan pemakzulan Maduro sejak berhasil menguasai parlemen bulan Desember 2015 lalu. Secara sistematis mereka melakukan langkah-langkah untuk memungkinkan mereka meraih ambisinya, meski Mahkamah Agung negara itu menolak setiap keputusan parlemen, setelah tiga anggota dari kelompok oposisi dituduh melakukan pelanggaran pemilu.
 
Para anggota parlemen oposisi menuduh Maduro telah gagal menjalankan tugasnya yang mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi, sehingga harus diganti.
 
Maduro, yang masih memegang kekuasaan lembaga-lembaga negara dan pemerintahan, menuduh oposisi berusaha mengkudetanya dengan dukungan AS. Ia juga menyalahkan anjloknya harga minyak dunia sebagai penyebab krisis negara pengekspor minyak ini.
 
Pemerintah Venezuela telah memanggil dubesnya di Washington pada hari Rabu sebagai protes terhadap AS yang dianggap campur tangan urusan domestik Venezuela, setelah AS menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap sejumlah individu di Venezuela. Dalam pidato di televisi setelah penarikan itu, Maduro mengatakan negaranya sudah muak dengan AS yang disebutnya sebagai ‘arogan, berlebihan dan penuh intrik’.
 
Kubu oposisi merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran mulai hari Sabtu (12/3) di Caracas untuk mendukung pemakzulan Maduro, yang masa dinasnya baru akan berakhir tahun 2019.
 



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »