» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Geopolitik
07-04-2016
Panama Papers
Kemana Isu Panama Papers hendak Dilabuhkan?
Penulis : M Arief Pranoto, Direktur Program Studi Geopolitik dan Kawasan Global Future Institute (GFI)

Asumsi saya menyatakan, sepertinya fenomena Panama Papers ada kesamaan pola dengan gerakan Arab Spring yang pernah mengguncang Kawasan Heartland lalu melengserkan Ben Ali di Tunisia, Abdullah di Yaman, Hosni Mobarak di Mesir, dsb.


Selain ada isu (Panama Papers itu sendiri), niscaya akan dimunculkan tema, lalu ditancapkan skema. Inilah pola-pola berulang kolonialisme secara asimetris. Jika Arab Spring dahulu diawali oleh isu kemiskinan, pemimpin tirani, korupsi, dll yang ditebar sosok Julian Asange dengan kendaraan “Wikileaks”-nya. Tema dan agenda lanjutan usai isu disebar ialah gerakan massa non kekerasan (Arab Spring). Begitulah kira-kira cerita singkatnya. Manuver tersebut tergolong sukses pada tiga negara di atas kecuali Syria, dan ‘Libya’ yang hingga kini masih bergolak serta porak-poranda.

Dan skema kolonial ternyata tidak berubah. Dalam skenario Arab Spring pun tetap yakni kontrol ekonomi serta penguasaan sumber daya (alam)/SDA. Penggulingan kepemimpinan nasional (presiden di sebuah negara) hanya pintu masuk saja.

Dalam cermatan saya, Panama Papers cuma isu yang ditebar sebagaimana dahulu Wikileaks “menembak” negara-negara target secara asimetris hingga timbul huru-hara internal. Lumayan. Ada negara yang bubar, terpecah, bergolak sampai penggulingan presiden, ada pula yang cuma bergoyang-goyang saja.

Nah, terkait isu Panama Papers, pertanyaannya adalah: 1) Negara mana bakal ditarget; 2) Tema apa akan dimunculkan?

Silahkan saudara-saudara mencermatinya ..




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »