» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Iptek
27-04-2016
Satelit LAPAN
LAPAN Siap Luncurkan Satelit Terbaru

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan siap meluncurkan satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB pada 25 Mei 2016. Peluncuran ini akan dilakukan dari Satish Dhawan Space Center, Sriharikota, India.


Satelit akan diluncurkan menjunu Sun-Synchronous Orbit (SSO) dengan inklimasi 98 derajat, pada ketinggian 505 km di atas perbukaan bumi. Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB membawa misi pemantauan aktivitas kapal laut secara global sebagai komplemen bagi instrumen Automated Identification System (AIS) satelit LAPAN-A3/LAPAN-ORARI yang beroperasi di sepanjang garis ekuator dengan inklinasi 6.

"Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB juga membawa kamera digital dengan resolusi hingga 3 m, muatan sains pengukur medan magnet bumi, serta beberapa sub-sistem hasil rekayasa Perekayasa LAPAN untuk diujicoba di antariksa," ujar Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Kepala LAPAN.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN Jasyanto, LAPAN-A3 merupakan satelit yang memiliki berat 115 kilogram. Satelit ini nantinya akan membawa misi penginderaan jauh eksperimental. “Untuk memantau sumber daya pangan,” ungkap Jasyanto melalui keterangan tertulisnya kepada Republika, Senin (25/4/2016).

Jasyanto mengungkapkan, satelit tersebut nantinya mampu mengidentifikasi tutupan dan penggunaan lahan. Selain itu dapat melakukan pemantauan lingkungan dan misi pemantauan kapal laut.

Muatan pengindraan satelit LAPAN – A3 yang berupa empat bonds multispectral imager ini beresolusi 18 meter dengan swath 100 kilometer. Muatan ini akan dimanfaatkan untuk memantau tanaman pangan.

Dengan adanya program pengembangan satelit yang merupakan hasil kerjasama LAPAN bersama IPB ini, menurutnya menjadi salah satu bukti kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

Program satelit ini juga sebenarnya bagian dari upaya mewujudkan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian. Karena teknologi satelit bakal mendukung akurasi data dalam perencanaan masa tanam lahan persawahan yang akan berimplikasi langsung pada peningkatan ketahanan pangan.

Menurut Jasyanto upaya ini juga bisa membantu pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan terkait pangan, seperti impor beras.

Sebelumnya, LAPAN juga telah berhasil meluncurkan satelit LAPAN A1/LAPAN-TUBSAT pada 2007. Kemudian satelit LAPAN A2/Orari pada 2015 dengan menumpang roket milik India. Lapan A2/Orari adalah satelit ekuatorial pertama milik Indonesia dan dirakit di Indonesia. Satelit ini membawa misi pemantauan muka bumi, identifikasi kapal laut dan komunikasi radio amatir.(TGR)

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »