» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Sejarah Nusantara
08-05-2016
Meruntuhkan "Teori Indianisasi" atas Peradaban Besar Bangsa Nusantara Mahawangsa (Bagian 2)
Penulis : Daun Lontar Yogyakarta

Tulisan kecil ini saya persembahkan untuk bangsa serumpun Indonesia Malaysia,Singapura,Brunai,Thailand, Vietnam (Campa), Philipina (Maharlika), Madagaskar (Malagasi) khususanya bangsa rumpun Melayu yg berdiam di Asia Tenggara (Nusantara/Polynesia)


Begitu banyak pengklaiman sejarah, arkeologis, budaya dan bahasa yang dimunculkan berbagai pihak terutama orang-orang Cina dan India konservatif yang tinggal di Indonesia.

Beberapa klaim identitas bangsa Nusantara mulai dari hal yang kecil sampai kepada pengklaiman yang sangat fundamental yang dapat menghancurkan nilai fundamental seperti genetis, ideologi, budaya, sejarah dll.

Klaim-klaim tersebut bahkan lebih ironi menjangkiti orang-orang akademik pribumi Indonesia yang juga ikut-ikutan latah yg seharusnya mereka membentengi diri mreka bkn justru asyik bermain dalam pusaran akademik yg penuh aroma politik dan kapitalistik ini. Sebagai seorang akademik seharusnya mreka lebih ketat dalam menganalisis sebuah data jika itu berkaitan dgn nilai kebangsaan.

Sebagaimana klaim budaya pembuatan kapal di Nusantara yang selama ini diasumsikan beberapa sejarawan amatiran. Dalam kajian itu mreka mengasumsikan bhw budaya pembuatan kapal Nusantara dipengaruhi oleh bangsa India atau dikenal kemudian sebagai "Teori Indianisasi".

Padal dalam temuan terbaru bhw eori Indianisasi terkait dengan tekhnologi pembuatan kapal telah terbantahkan oleh temuan Tom Hoogervosrt dalam penelitiannya (2013). Hoogervirst seorang pakar sejarah bidang arkeologi kelautan di University Oxford Inggris dan Leiden University Belanda dengan judul penelitiannya “Southeast Asia in the ancient Indian ocean world combining historical linguistic and archaeological approaches”.

Penelitian antardisiplin antara arkeologi dan linguistik atau dikenal sebagai arkeolinguistik ini menyimpulkan bahwa tekhnologi kapal di India mengadopsi dari teknologi bangsa Nusantara. Fakta-kata tersebut berdasarkan atas ditemukannya banyak leksikon atau kosakata Nusantara yang diserap dalam tatacara tekhnologi pembuatan kapal yang terdapat di India.

Asumsi ini tentu meruntuhkan anggapan kita selama ini yang menganggap bahwa kapal-kapal Nusantara pada masa lalu sebagai hasil dari alih teknologi dari India. Bahkan kapal bercadik yang terdapat di relief candi Borobudur secara gegabah dianggap sebagian ahli sejarah sebagai kapal Nusantara hasil adopsi dari tekhnologi India.

Anggapan ini tentu merupakan sebuah ironi bagi bangsa Melayu Nusantara sendiri yang menunjukkan bahwa kita telah kehilangan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa besar yang tentu berdampak berat terhadap pembangunan jati diri bangsa sebagai Melayu Nusantara Mahawangsa!



Artikel Terkait
» Kertanagara Nan Tangguh
» Menyatukan Bangsa Serumpun Melayu Nusantara yang Berserakan



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »