» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Asean
13-05-2016
Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara
Penulis : Brigjen Sunaryo, Direktur Kerjasama Internasional, Kementerian Pertahanan RI

Memang menarik kalau kita membicaraan kemitraan ASEAN dengan Rusia. Saya mau menyinggung sedikit ADMM Plus seperti yang tadi sudah dijelaskan Ibu Dara dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri terkait perannya di kawasan Asia Tenggara.


Kalau kita lihat kebelakang, dulu ada dua kekuatan besar di barat dan timur antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kemudian, setelah tahun 2000an kita melihat bahwa Cina dengan ekonominya yang begitu kuat bangkit dan ini menciptakan perubahan kearah perimbangan di kawasan Asia. Sebab Cina kemudian juga membentuk kekuatan militernya. Beberapa tahun belakangan, Cina juga membangun dan sudah ada sebuah landasan udara dan pangkalan laut di beberapa pelabuhan di Asia Tenggara.

Amerika dengan balancing strategy yang dilancarkannya di bawah pemerintahan Presiden  Barrack Obama dalam perkembangan terakhir ini menarik semua pasukannya di Afganistandan di beberapa Negara lainnya, untuk kemudian dibawa ke Asia Pasifik.

Jadi Asia Pasifik saat ini menjadi penting buat Amerika, buat Cina dan buat Negara-negara lain. Kemudian, perseturuan antara Korea Selatan dengan Korea Utara. Korea utara yang dengan agresifnya mencoba menggunakan kekuatan militernya.

Di Asia Tenggara sendiri seperti yang tadi dibilang oleh Mas Hendrajit dan Bu Dara bahwa kita di ASEAN yang sesungguhnya dipersatukan oleh Laut Cina Selatan, sekarang justru menjadi masalah yang berpotensi memecah-belah kekompakan negara-negara di Asia Tenggara, khususnya ASEAN.

Sekarang pertanyaanya, dengan adanya kekuatan-kekuatan yang tadi disebutkan, apakah kita akan memilih Cina? Pasti kita akan dimusuhi oleh Amerika. Kalau kita pilih Amerika, kita akan dimusuhi Cina. Alternatif lain adalah ASEAN harus bersatu. Menjalin hubungan dengan Negara-negara tersebut dengan posisi yang sama setara dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Di sini ada tiga pilar, tapi yang saya soroti ada satu adalah political security community.Tadi sudah disinggung mengenai ADMM Plus. ADMM Plus itu adalah pertemuan setiap tahun antara para menteri pertahanan. ADMM Plus ini tujuannya adalah:

  1. Mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional melalui dialog dan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan;
  2. Membangun kerangka/forum dialog dan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan dalam ASEAN dan antara ASEAN dan mitradialog;
  3. Membangun rasa saling percaya dan kepercayaan diri melalui pemahaman terhadap tantangan di bidang pertahanan dan keamanan serta peningkatan transparansi dan keterbukaan;
  4. Berkontribusi pada pembentukan Komunitas Keamanan ASEAN (ASC) sebagaimana diatur dalam Bali Concord II dan implementasi the Vientiane Action Programme tentang ASC.

 

Kemudian ,

  1. 10 negara ASEAN dengan 8 negara partner secara rutin melakukan rapat dua tahun sekali.
  2. Lima bidang kerjasama dikuatkan.
  3. Latihan kemarin itu digabung, pelayaran bersama, pelatihan bersama.

Semuaitu, semua Negara saling berbagi informasi. Kita bertukar pengalaman, pengetahuan. Seperti terkait dengan area. Kita juga menjajaki hubungan eksternal. Setiap periode ada latihan bersama antara Indonesia dengan Negara lainnya. Akhir bulan ini berkumpul di laut untuk memutuskan cyber security.

Dalam perkembangannya, ADMM plus, Indonesia itu bersama dengan Amerika bekerjasama dalam bidang counter-terrorispada 2011 sampai dengan 2014. Dan kembali lagi nanti kerjasamanya dengan Australia pada 2017 sampai 2020 untuk peacekeeping operations.

Nah, adalagi ASEAN plus one dengandua Negara, ASEAN plus one dengan 4 negara atau yang terakhir ASEAN plus one tapi belum tau siapa lagi. Ini ya selanjutnya ada macam-macam bentuk kemitraan ASEAN dengan Rusia seperti yang tadi sudah dijelaskan oleh Bu Dara.

Akhirnya kami sampai pada kesimpulan bahwa kemitraan ASEAN dengan mitra dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) merupakan upaya ASEAN untuk membangun strategi perimbangan kekuatan di Asia Tenggara.

*) Disampaikan dalam Seminar Dialog kemitraan ASEAN-RUSIA Momentum membangun strategi perimbangan kekuatan di Asia Tenggara, Kampus universitas nasional 11 Mei 2016 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »