» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang


Asean
18-05-2016
Siaran Pers Terkait Kunjungan Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia Sochi

Kementerian Luar Negeri dalam siaran pers yang dipublis di laman kemlu.go.id pada Selasa, 17 Mei 2016 menyebutkan poin-poin penting terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan KTT ASEAN-Rusia yang berlangsung di Sochi, Rusia pada 19-20 Mei 2016. Berikut isi siaran pers yang publis Kemenlu RI:


Kunjungan Bilateral Presiden RI ke Rusia 19 Mei 2016

  1.  Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Sochi, Rusia untuk menghadiri KTT ASEAN-Rusia yang diselenggarakan di Sochi pada 20 Mei.
  2. Selain menghadiri KTT tersebut, Presiden Joko Widodo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Sochi pada 19 Mei 2016, sebelum pelaksanaan KTT ASEAN-Rusia.
  3. Kedua Presiden telah beberapa kali bertemu dalam berbagai pertemuan internasional. Pertemuan terakhir adalah di sela-sela KTT APEC Beijing, 10 November 2014.
  4. Pada kesempatan pertemuan bilateral, Presiden RI akan menyampaikan beberapa hal antara lain:
  • kerja sama di bidang ekonomi;
  • Kerja sama pertahanan dan keamanan;
  • Kerja sama energi.
  • Harapan agar investor dari Rusia dapat di dorong untuk melakukan investasi di bidang infrastruktur dan energi di Indonesia.
  • Di bahas pula beberapa isu regional dan internasional seperti: Laut Tiongkok Selatan, Suriah dan perkembangan di Timur Tengah.
  1. Rusia memiliki arti penting bagi Indonesia, mengingat kedua negara telah melakukan hubungan bilateral sejak 1950 (66 tahun).
  2. Pada 2003 telah pula ditandangani Deklarasi Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan dalam Abad ke-21 dengan fokus bidang ekonomi, teknik militer, dan Iptek.
  3. Rusia juga merupakan salah satu mitra dagang Indonesia yang utama, khususnya di bidang CPO dan Industri Pertahanan.
  4. Nilai Perdagangan bilateral pada 2015 mencapai: US$ 1,98 milyar.

Ekspor Indonesia adalah: CPO (50% dari total perdagangan), ikan, kakao butter, furnitur, teh, kopi.

Impor Indonesia adalah: Alutsista (30% alat pertahanan RI dari Rusia- Pesawat Tempur, Helikopter, Tank), besi baja, pupuk, logam, karet sintetis dan aluminium.

  1. Rusia juga merupakan salah satu investor asing cukup besar di Indonesia. Pada 2015, investasi Rusia mencapai total US$ 1,01 juta.  Sektor unggulan investasi Rusia adalah perhotelan dan restoran.

Rusia juga menunjukkan minat untuk melakukan investasi di bidang infrastruktur, pertambangan dan energi.

  1. Turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia menempati posisi lima terbesar bagi turis asal Eropa. Pada 2015 sejumlah 5.012 orang wisatawan Rusia mengunjungi Indonesia.
  1. Pada kunjungan tersebut, rencananya akan ditandatangani beberapa MoU, antara lain di bidang Pertahanan, IUU Fishing dan Kearsipan.

Kunjungan Presiden RI ke KTT ASEAN-Rusia, 20 Mei 2016

  1. Presiden Joko Widodo akan menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN – Rusia yang diselenggarakan di Sochi, 20 Mei 2016. Pertemuan ini memperingati 20 Tahun kerja sama kemitraan ASEAN dengan Rusia.
  1. Tema KTT ASEAN-Rusia: “Moving Towards a Strategic Partnership for Mutual Benefit”. Melalui pertemuan ini, negara negara ASEAN dan Rusia akan membahas berbagai hal untuk memperkuat kerja sama kemitraan, mempersempit kesenjangan pembangunan, menjalin konektivitas, serta  memberikan hasil konkret bagi kesejahteraan masyarakat.
  1. Pada pertemuan KTT ASEAN-Rusia, isu – isu yang akan disampaikan Presiden RI antara lain:
  • Kemajuan arsitektur keamanan regional;
  • Peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN-Rusia, yaitu: konektivitas energi, UMKM, dan kerja sama business-to-business;
  • Isu-isu regional dan global: Counter-Terrorism, Timur Tengah dan isu Imigrasi
  • Pengembangan hubungan antar kawasan ASEAN – EAEU – SCO
  • Penguatan people to people contacts
  1. Pada KTT ASEAN, diharapkan akan terdapat beberapa deliverables termasuk:
  1. Sochi Declaration of the ASEAN- Russian Federation Commemorative Summit to Mark the 20th Anniversary of the ASEAN- Russian Federation Dialogue Relations “Moving Towards a Strategic Partnership for Mutual Benefit”
  2. Comprehensive Plan of Action to Promote Cooperation between the Association of Southeast Asian Nations and the Russian Federation (2016 – 2020)
  3. Report ASEAN-Rusia Eminent Persons Group (AREPG) yang akan berisi rekomendasi strategis dan visioner bagi penguatan kerja sama kemitraan ASEAN – Rusia.


Artikel Terkait
» Kalau Mau ke Rusia, Kita Harus Lewat Perantara Cina
» Meskipun Tidak Sebanyak Cina dan Jepang, Investasi Rusia di Indonesia dan ASEAN Sudah Cukup Besar
» Kerjasama ASEAN dengan Mitra Dialog (Amerika Serikat, Cina, Rusia dan Jepang) Merupakan Upaya ASEAN untuk Membangun Strategi Perimbangan Kekuatan di Asia Tenggara
» KTT ASEAN-RUSSIA di Sochi Salah Satu Kepentingan Indonesia di ASEAN
» Mengkapitalisasi Dialog Kemitraan ASEAN-RUSIA Untuk Kepentingan Nasional
» Perlu Dijajaki Kerjasama Politik dengan Rusia untuk menjadi Penengah bagi Rivalitas Cina dan AS di ASEAN



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »