» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Kesehatan
29-06-2016
Dari Vaksin Palsu Hingga Imperalis Vaksin
Penulis : Salamuddin Daeng (Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno)
TERBAYANG OLEH ANDA…ketika mendapat vaksin. Lalu dimasukkan atau disuntikkan kedalam tubuh anda dan anak anda, tapi anda tidak tahu virus apa yang sedang dimasukkan, darimana asalnya, apa akibatnya kepada tubuh anda, pasti anda tidak pernah mendapatkan penjelasan yang lengkap, karena anda tidak cukup berani untuk bertanya. 

BELUM LAGI JIKA YANG DIMASUKKAN KE TUBUH ANDA ADALAH VAKSIN PALSU, bagaimana virus dalam vaksin palsu itu dihasilkan, apakah dari virus hewan atau binatang, apa dampaknya? 
 
Pasti akan semakin gelap dan tidak ada penjelasan tentang itu. Begitu banyak vaksin yang diperlukan oleh tubuh anda untuk kebal dari berbagai penyakit sehingga muncul sebuah artikel gila yang mengatakan bahwa seorang bayi sanggup menampung 20 ribu vaksin…ngeri sekali dorongan untuk mengkonsumsi virus virus tersebut. 
 
MEMANG! Vaksin adalah bisnis yang besar. Nilai bisnisnya pada 2020 diperkirakan akan mencapai 60 miliar dolar lebih. Inilah yang perusahaan perusahaan raksasa di seluruh penjuru dunia sedang mengejarnya. 
 
Lalu siapa yang menjadi agen pemasaran mereka, salah satunya adalah World Health Organoization (WHO). Organisasi kesehatan dunia tersebut ditenggarai merupakan agen utama perusahaan farmasi. Bahkan sekarang mereka mengabaikan sama sekali kritik publik agar WHO melepaskan ketergantungan pada para pebisnis. 
 
Lebih dari 30 persen dari kontribusi untuk anggaran WHO 2011-2012 berasal dari donor swasta, yakni mencapai US $ 4,9 miliar. Sudah pasti kontribusi ini diperuntukkan untuk tujuan tertentu, yang memungkinkan para donor untuk secara langsung mempengaruhi kerja WHO. 
 
The Bill & Melinda Gates Foundation adalah contoh utama. Dengan kontribusi sekitar US $ 220 juta, yayasan adalah donor terbesar kedua untuk anggaran WHO saat ini - setelah Amerika Serikat dan sebelum Inggris di tempat ketiga. Gates sendiri telah berinvestasi lebih dari $ 25 miliar dalam program kesehatan di seluruh dunia dalam 10 tahun terakhir. Uang tersebut berasal dari hasil dari perusahaan terkenal di industri kimia, farmasi dan makanan. 
 
Yayasan The Bill & Melinda Gates Foundation lebih memilih untuk mendukung obat yang dipatenkan serta vaksin dan WHO telah bekerja dengan patuh untuk mereka dan menjadikan kemetrian kesehatan di seluruh dunia sebagai cabang cabangnya termasuk di Indonesia telah dijadikan sebagai “TOKO OBAT”.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »