» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Industri Strategis
14-07-2016
Daftar Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2016

Ajang penghargaan bergengsi untuk penerbangan dunia kembali digelar oleh SkyTrax. Dalam penghargaan tersebut, terpilih 10 maskapai terbaik dunia.


SkyTrax World Airline Awards baru saja digelar di Farnborough, Inggris, Selasa (12/7) kemarin. Penghargaan ini merupakan hasil dari survei yang dilakukan bulan Agustus 2015 hingga Mei 2016, yang diikuti 19,2 juta traveler dari berbagai belahan dunia.

Survei dilaksanakan terhadap lebih dari 280 maskapai dunia. Dan ada 41 aspek utama yang dinilai terkait produk dan layanan yang diberikan oleh perusahaan penerbangan. Dalam ajang bergengsi ini, salah satu kategori yang paling ditunggu adalah World's Best Airline 2016, yaitu 10 maskapai terbaik dunia tahun 2016.

Dilihat dari situs resmi SkyTrax, Rabu (13/7/2016), Emirates berhasil menempati peringkat pertama sebagai maskapai terbaik dunia. Maskapai Timur Tengah ini naik dari peringkat ke-5 di tahun 2015 lalu, menggeser Qatar Airways yang turun di peringkat kedua.

Selanjutnya, ada Singapore Airlines di peringkat ketiga dan Cathay Pacific menyusul di urutan keempat. Maskapai Garuda Indonesia terlempar dari 10 besar, digantikan oleh maskapai Lufthansa dari Jerman. Garuda sendiri tahun lalu berada di posisi 8 dan kali ini menempati posisi 11.

Berikut daftar lengkap 10 maskapai terbaik dunia tahun 2016 versi SkyTrax World Airline Awards:

1. Emirates
2. Qatar Airways
3. Singapore Airlines
4. Cathay Pacific
5. ANA All Nippon Airways
6. Etihad Airways
7. Turkish Airlines
8. EVA Air
9. Qantas Airways
10. Lufthansa



Artikel Terkait
» Mengkritisi Kebijakan Impor Pangan Pemerintahan Jokowi-JK (Sebuah Catatan Akhir Tahun)
» Freeport, Sejarah Kelam Amerika Serikat di Papua
» Bangun kendaraan militer, Pindad gandeng Australia
» Freeport, Janji Palsu dan Ancaman Investasi



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »