» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Asean
29-07-2016
Iran Lirik Potensi Besar ASEAN
Ketua konferensi internasional peluang investasi di Iran pasca sanksi menilai kawasan ASEAN sebagai zona potensial untuk menjalin hubungan yang baik antara wirausahawan Iran dengan negara-negara Asia Tenggara.

Mohammad Reza Zali dalam wawancara dengan jurnalis IRIB World Service menilai kawasan ASEAN termasuk zona investasi yang sangat kondusif.
 
"Lebih dari 11 triliun dolar investasi asing dan perputaran investasi. Hal ini termasuk potensi yang besar bagi wirausahawan Iran," ujar Reza Zali.
 
Dekan fakultas kewirausahaan universitas Tehran mengungkapkan tujuan digelarnya seminar internasional kewirausahaan di Malaysia hari Kamis (28/7) untuk menarik investasi asing demi pengembangan kewirausahaan berbasis sains dan alih teknologi terbaru.
 
"Berdasarkan indeks internasional kewirausahaan, Iran berada di level menengah dunia dan berada di jajaran negara-negara seperti AS. Di tahun 2015, indeks wirausaha di Iran sebesar 13 persen. Dibandingkan dengan sejumlah negara Eropa memiliki posisi yang baik,"tegasnya.
 
Pengembangan kewirausahaan berpijak pada kreativitas, inovasi dan produksi pengetahuan demi mengatasi sanksi dan krisis ekonomi.
 
"Ekonomi resistif akan terwujud dengan usaha berbasis sains dan penggunaan potensi masyarakat, terutama generasi muda," tutur dekan fakultas kewirausahaan universitas Tehran.
 
Konferensi internasional peluang investasi Iran pasca sanksi berlangsung dua hari di Malaysia atas kerja sama Badan Pengembangan Investasi Malaysia yang dihadiri 40 wirausaha besar Iran dan 200 wirausaha dan investor dari negara-negara kawasan Asia tenggara terutama Malaysia.

Sumber :parstoday.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »