» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Diplomasi
01-08-2016
Terima Presiden Tajikistan, Jokowi Tandatangani Empat Kerjasama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Tajikistan Emomali Rahmon. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara membicarakan peningkatan kerjasama di beberapa bidang. 

Ada empat dokumen memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangai Pemerintah Indonesia dan Tajikistan, antara lain, bebas visa, kerjasama kontra terorisme, pertukaran intelijen dan keuangan terkait pencucian uang dalam pendanaan terorisme serta pendidikan dan pelatihan diplomatik.
 
"Kita juga bertukar pikiran soal isu-isu strategis kawasan dan global yang jadi kepentingan bersama dan Indonesia menyambut baik penandatanganan empat dokumen kerja sama yaitu bebas visa, kontrak terorisme, pertukaran inteligen dan keuangan terkait pencucian uang serta pendanaan teroris serta pendidikan dan pelatihan diplomatik," kata Jokowi dalam keterangan pers usai pertemuan billateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2016).
 
Sementara itu, penguatan yang dibahas dalam pertemuan bilateral mengacu pada kerjasama di bidang keamanan dan ekonomi. Di bidang keamanan, kedua belah pihak sepakat untuk memerangi terorisme dan peredaran narkoba.
 
"Yang kedua, peningkatan kerja sama ekonomi dan untuk kerja sama tekstil dan pengolahan, kapas akan segera ditindaklanjuti," lanjut dia.
 
Sejumlah menteri dan pejabat negara yang hadir dalam acara ini, diantaranya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BNPT Suhardi Alius, Menteri Perindustrian Enggartaiasto Lukita, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung. Sebelumnya, Presiden Rahmon disambut dengan upacara resmi di halaman Istana Merdeka, sebagaimana sebelumnya Jokowi juga menggelar upacara serupa ketika menyambut Perdana Menteri Selandia Baru John Key.

Sumber :okezone.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »