» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Diplomasi
01-08-2016
Terima Presiden Tajikistan, Jokowi Tandatangani Empat Kerjasama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Tajikistan Emomali Rahmon. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara membicarakan peningkatan kerjasama di beberapa bidang. 

Ada empat dokumen memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangai Pemerintah Indonesia dan Tajikistan, antara lain, bebas visa, kerjasama kontra terorisme, pertukaran intelijen dan keuangan terkait pencucian uang dalam pendanaan terorisme serta pendidikan dan pelatihan diplomatik.
 
"Kita juga bertukar pikiran soal isu-isu strategis kawasan dan global yang jadi kepentingan bersama dan Indonesia menyambut baik penandatanganan empat dokumen kerja sama yaitu bebas visa, kontrak terorisme, pertukaran inteligen dan keuangan terkait pencucian uang serta pendanaan teroris serta pendidikan dan pelatihan diplomatik," kata Jokowi dalam keterangan pers usai pertemuan billateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2016).
 
Sementara itu, penguatan yang dibahas dalam pertemuan bilateral mengacu pada kerjasama di bidang keamanan dan ekonomi. Di bidang keamanan, kedua belah pihak sepakat untuk memerangi terorisme dan peredaran narkoba.
 
"Yang kedua, peningkatan kerja sama ekonomi dan untuk kerja sama tekstil dan pengolahan, kapas akan segera ditindaklanjuti," lanjut dia.
 
Sejumlah menteri dan pejabat negara yang hadir dalam acara ini, diantaranya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BNPT Suhardi Alius, Menteri Perindustrian Enggartaiasto Lukita, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung. Sebelumnya, Presiden Rahmon disambut dengan upacara resmi di halaman Istana Merdeka, sebagaimana sebelumnya Jokowi juga menggelar upacara serupa ketika menyambut Perdana Menteri Selandia Baru John Key.

Sumber :okezone.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »