» Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Diplomasi
02-08-2016
Jokowi-Najib Bahas Tiga Isu Strategis RI-Malaysia
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak membahas tiga isu strategis antara dua negara dalam kunjungan Najib ke Istana Kepresidenan Jakarta.

"Saya dan Perdana Menteri Najib baru saja melakukan pertemuan bilateral dan pertemuan berlangsung sangat produktif dan terbuka," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka Jakarta, Senin (1/8/2016).
 
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan tiga isu utama.
 
Isu pertama mengenai penetapan batas wilayah dan kedua negara sepakat untuk lebih mengintensifkan perundingan dan pertemuan-pertemuan.
 
"Yang kedua, kerja sama keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya dan Indonesia menyampaikan 'concern'(keprihatinan) terhadap kasus penculikan dan penyanderaan di wilayah tersebut," katanya.
 
Presiden menambahkan bahwa Indonesia mendorong kerja sama trilateral antara Malaysia, Filipina, dan Indonesia terhadap pengamanan perairan Sulu dan sekitarnya agar dapat segera dilakukan.
 
Hal ketiga yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni berkaitan dengan kerja sama perlindungan warga negara Indonesia (WNI) "Kita menekankan pentingnya kerja sama untuk melindungi tenaga kerja Indonesia yang berada di Malaysia," katanya.
 
Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan sambutan baiknya terhadap penandatanganan dua dokumen kerja sama yaitu perjanjian negara tuan rumah bagi sekretariat dewan negara-negara produsen minyak sawit dan juga perjanjian ASEAN Banking Integration Framework antara OJK RI dengan Bank Negara Malaysia.

Sumber :wartaekonomi.co.id

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »