» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Kepolisian
11-08-2016
Testimoni Freddy Budiman Momentum Benahi Polri

Ketua Setara Institute Hendardi berharap kesaksian Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar menjadi momentum untuk evaluasi dan pembenahan Polri.


"Saya kira pernyataan Freddy Budiman seyogianya menjadi momentum pembenahan internal Polri," kata Hendardi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan apa yang dinyatakan Haris itu adalah pernyataan Freddy yang disampaikan ke publik,.

Menurut Hendardi, baik Polri maupun Haris serta publik sama-sama menginginkan pemberantasan narkoba dan hadirnya aparat penegak hukum yang bersih.

"Saya kira polisi lebih bijak lagi bertindak menghadapi kasus semacam ini, bukan malah memberantas, padahal maksudnya sama (memberantas peredaran narkoba)," kata Hendardi seperti dilansir Kompas.com.

Testimoni Freddy Budiman yang ditulis Azhar dengan judul "Cerita Busuk Dari Seorang Bandit" direspon BNN, TNI dan Kepolisian Indonesia dengan melaporkan Azhar ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia dengan tuduhan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik.



Artikel Terkait
» POLRI: Duo Kombinasi untuk Konsolidasi, dan Kepentingan NKRI
» Kerja Sama Polisi Indonesia Timor Leste Meningkat
» Perpisahan, Sutarman Minta Polri Tetap Solid
» Polisi Negara Demokrasi: Perspektif Civil Society



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »