» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Kepolisian
11-08-2016
Testimoni Freddy Budiman Momentum Benahi Polri

Ketua Setara Institute Hendardi berharap kesaksian Freddy Budiman yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar menjadi momentum untuk evaluasi dan pembenahan Polri.


"Saya kira pernyataan Freddy Budiman seyogianya menjadi momentum pembenahan internal Polri," kata Hendardi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan apa yang dinyatakan Haris itu adalah pernyataan Freddy yang disampaikan ke publik,.

Menurut Hendardi, baik Polri maupun Haris serta publik sama-sama menginginkan pemberantasan narkoba dan hadirnya aparat penegak hukum yang bersih.

"Saya kira polisi lebih bijak lagi bertindak menghadapi kasus semacam ini, bukan malah memberantas, padahal maksudnya sama (memberantas peredaran narkoba)," kata Hendardi seperti dilansir Kompas.com.

Testimoni Freddy Budiman yang ditulis Azhar dengan judul "Cerita Busuk Dari Seorang Bandit" direspon BNN, TNI dan Kepolisian Indonesia dengan melaporkan Azhar ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia dengan tuduhan melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik.



Artikel Terkait
» POLRI: Duo Kombinasi untuk Konsolidasi, dan Kepentingan NKRI
» Kerja Sama Polisi Indonesia Timor Leste Meningkat
» Perpisahan, Sutarman Minta Polri Tetap Solid
» Polisi Negara Demokrasi: Perspektif Civil Society



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »