» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Asia
18-08-2016
China tegaskan ASEAN adalah mitra pentingnya

China menegaskan ASEAN adalah mitra dalam derap diplomasinya dan mendukung komunitas ASEAN untuk bersama-sama memelihara perdamaian dan stabilitas kerja sama keamanan kawasan.


Sekjen Pusat ASEAN-China (ACC) Yang Xiuping menyampaikan hal titu pada pembukaan "ASEAN-China Day Fair", Selasa malam lalu, serangkaian peringatan 25 tahun kemitraan dialog ASEAN dan Tiongkok.

"ASEAN telah memainkan peran penting dalam memelihara perdamaian dan menjaga stabilitas kawasan. ASEAN juga telah menjadi kawasan yang semakin maju dan berpengaruh bagi kemakmuran kawasan," katanya.

Yang Xiuping mengatakan sejak 25 tahun silam ASEAN dan China telah berkomitmen membangun kerja sama di kawasan yang saling menguntungkan masyarakat kedua pihak.

"ASEAN adalah prioritas bagi China dalam derap diplomasi luar negerinya. ASEAN adalah mitra yang sangat penting bagi China di berbagai bidang, karenanya China pun mendukung komunitas ASEAN untuk maju bersama di berbagi bidang," tuturnya.

Oleh karena itu, kedua pihak hendaknya saling memperkuat kerja sama untuk membangun hubungan dan kerja sama yang lebih baik, lebih menguntungkan kedua pihak di masa depan.

"ASEAN-China Day Fair" menampilkan beragam budaya dari sepuluh negara ASEAN dan China, seperti makanan, kerajinan tangan, warisan budaya tradisional, permainan tradisional dan lainnya.

"Keragaman budaya antara ASEAN dan China, merupakan kekayaan yang tidak ternilai, dan dapat menjadi media untuk mempererat hubungan, kemitraan dan kerja sama kedua pihak di sana datang," kata Yang Xiuping.

Pada 1991 ASEAN dan China mulai dialog dan pada 2003 para pemimpin negara ASEAN dan China menandatangani Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis ASEAN-China untuk Perdamaian dan Kemakmuran.

China adalah negara pertama yang menjalin kemitraan strategis dengan ASEAN. Pada 2013 ASEAN-China memperingati 10 tahun kemitraan strategis itu dan pada 2016 ASEAN - China memperingati 25 tahun kemitraan dialog kedua pihak.
 



Artikel Terkait
» Kekerasan Sektarian Pecah Kembali di Myanmar
» Cina Gandeng Tiga Negara Asia Bentuk Koalisi Anti-Terorisme
» Kim Jong-un Disanksi, Korut Anggap AS Deklarasikan Perang
» China Ancam India atas Pengerahan Tank ke Perbatasan
» Taiwan Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan
» Taiwan warship sets sail for South China Sea after verdict
» Cina Imbau Filipina Selesaikan Sengketa Melalui Jalur yang Benar



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »