» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Eropa
02-09-2016
Para Pemimpin Skotlandia Munculkan Lagi Isu Kemerdekaan dari Inggris

Menteri Utama Skotlandia Nicola Sturgeon, Jumat (2/9/2016) meluncurkan sebuah jajak pendapat terkait upaya melepaskan diri dari Kerajaan Inggris Raya.


Sturgeon mengatakan, keluarnya Inggris dari Uni Eropa telah memunculkan kondisi berbeda dibanding saat referendum kemerdekaan Skotlandia pada 2014.

"Brexit memunculkan kembali isu kemerdekaan. (Kemerdekaan) membuat kami bisa menentukan sendiri masa depan negeri ini," ujar Sturgeon kepada anggota parlemen dari Partai Nasional Skotlandia.

Partai Nasional Skotlandia dikenal sangat mendukung keinginan negeri itu berpisah dari Inggris Raya.

Sturgeon mengatakan, jajak pendapat yang akan digelar secara online itu diharapkan bisa mengumpulkan pendapat dari dua juta warga atau setengah dari warga yang memiliki hak pilih.

Hasil jajak pendapat ini akan diumumkan pada 30 November mendatang, di saat Skotlandia merayakan hari Santo Andreas, orang suci pelindung negeri tersebut.

"Saya kira, sudah benar jika partai ini memulai pembicaraan baru soal kemerdekaan. Ini akan menjadi perdebatan baru dan bukan mengulang referendum 2014," ujar Sturgeon.

Warga Skotlandia sendiri sebenarnya terbelah soal isu kemerdekaan ini. Dalam sebuah jajak pendapat YouGov yang hasilnya dirilis pada Jumat menunjukkan 54 persen warga masih menentang kemerdekaan.

Dalam referendum kemerdekaan yang digelar dua tahun lalu, sebanyak 55 persen warga memilih tetap bergabung dalam perserikatan Inggris Raya.

Namun, Sturgeon yakin keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan meningkatkan dukungan terhadap niat Skotlandia memisahkan diri dari Inggris.

Sturgeon juga menyalahkan kegagalan pemerintahan Partai Buruh dianggapnya berperan dalam kemenangan kelompok pro-Brexit dalam referendum Juni lalu.

Lebih jauh, Sturgeon juga memperingatkan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan berdampak sangat buruk terhadap perekonomian Skotlandia.
 



Artikel Terkait
» Mengenal Ramzan Kadyrov
» Standar Ganda Eropa Pasca Kudeta di Turki
» Reaksi Keras Rusia atas Keputusan Terbaru NATO
» Rakyat Lithuania Kumpulkan Tandatangan Keluar dari Uni Eropa



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »