» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang


Eropa
06-09-2016
Rusia Gelar Latihan Militer Besar-besaran di Dekat Krimea
Pasukan militer Rusia meluncurkan latihan militer besar-besaran di sekitar Laut Hitam di Semenanjung Krimea.
 

Kementerian Pertahanan Rusia dalam satu pernyataan pada Senin (5/9/2016) mengatakan bahwa 12.500 prajurit mengambil bagian dalam latihan di seluruh wilayah selatan yang mencakup Krimea. Demikian dilaporkan Press TV.
 
"Latihan ini melibatkan sekitar 12.500 prajurit bersama kapal perang, pesawat tempur dan peralatan militer lainnya," kata pernyataan itu.
 
Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam dan Laut Kaspia terlibat dalam latihan tersebut dan sejumlah pesawat juga dikerahkan. Latihan militer strategis selama enam hari ini diberi sandi "Kavkaz 2016" yang bertujuan menguji kemampuan pasukan dalam perencanaan, persiapan dan pelaksanaan operasi militer.
 
Militer Rusia bulan lalu juga menggelar latihan besar-besaran di daerah yang berbatasan dengan Ukraina dan negara-negara Baltik.
 
Rusia baru-baru ini meningkatkan kekuatan militernya di Krimea dengan memasang sistem pertahanan udara yang paling canggih, S-400 di wilayah itu.
 
Ketegangan antara Moskow dan Kiev meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Dinas Keamanan Federal Rusia berhasil menggagalkan aksi sabotase oleh militer Ukraina di Krimea. 

Sumber :parstoday.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »