» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Ekonomi dan Bisnis
20-09-2016
Ekspor Indonesia Masih Terus Turun dan Nilai Rupiah Turun terhadap Berbagai Mata Uang Asing
Sigid Kusumowidagdo, Human Captal Advisor di Bank Pundi Indonesia Tbk, kembali mengkritisi kinerja pemerintah dalam bidang ekonomi terkait data yang telah dikeluarkan ke Publik oleh Badan Pusat Statistik mengenai data ekspor.

Sigid menyampaikan bahwa Ekspor kumulatif Indonesia dari Januari sampai Agustus 2016 mencapai 93,73 milyar dolar AS turun 10,61 % dibanding periode sama (Januari- Agustus) 2015. Menurutnya, penurunan ini disebabkan turunnya ekspor berbagai komoditas dari berbagai sektor di banding periode yang sama 2015.
 
Berikut data terkait kegiatan ekspor Indonesia:
 
1. DATA PENURUNAN EKSPOR
  1.  Ekspor Non-Migas sebesar US Dollar 85,11 milyat turun 7,32 %
  2.  Ekspor Industri Olahan (Manufaktur) turun 4,37 %.
  3.  Ekspor Tambang dan lainnya turun 20,83 %
  4.  Ekspor Pertanian turun 20,69%
2. DEPRESIASI NILAI RUPIAH
 
Di bulan Agustus 2016 nilai mata uang rupiah juga turun terhadap mata uang asing. Persentase depresiasi (penurunan) sebagai berikut:
  1.  Terhadap dolar AS; Turun 1 %
  2.  Terhadap dolar Australia turun 1,59 %
  3.  Terhadap Yen Jepang turun 3,41 %
  4.  Terhadap Euro turun 2,42 %
3. KONSEKUENSI
 
Terkait data diatas, Sigid menilai, turunnya nilai ekspor dan nllai rupiah menunjukkan perbaikan kebijakan-kebijakan oleh pemerintah belum bisa memperbaiki sektor yang merupakan unsur terpenting dalam penerimaan negara (di samping perpajakan) dangan konsekuensi:
  1.  Melebarkan defisit anggaran negara sedikitnya di 2016 yang akan meningkatkan kebutuhan utang luar  negeri atau surat utang negara /obligasi untuk menutup kekurangan dana (defisit).
  2. Turunnya nilai rupiah dengan berbagai mitra dagang Indonesia bersamaan dengan penurunan hasil ekspor mematahkan teori yang disampaikan pejabat2 negara:bahwa penurunan nilai rupiah akan bermanfaat meningkatkan ekspor.



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »