» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Militer
21-09-2016
Panglima TNI: Kunjungan Pangab Pakistan Tingkatkan Kedekatan Dua Sahabat

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menilai bahwa kehadiran Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Pakistan Jenderal Rashad Mahmood, NI(M) merupakan kunjungan yang sangat khusus.


"Oleh karena itu kita dapat berinteraksi dan lebih dekat sebagai dua sahabat," kata Panglima TNI pada acara jamuan makan malam di Gedung Wisma A. Yani, Jakarta Pusat, Selasa malam (20/9/2016).

Panglima TNI menyampaikan atas nama Kepala Staf Angkatan serta segenap jajaran TNI, “Saya menyampaikan selamat datang di Indonesia dan berterimakasih kepada Jenderal Rashad Mahmood beserta rombongan dalam kunjungannya ke Indonesia,” katanya.
 
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Indonesia merupakan negara yang sangat luas, sehingga tidak mungkin mendalami selama empat hari, namun demikian mengingat Jenderal akan mengunjungi sejumlah tempat penting di Jakarta dan Bandung. “Saya yakin Jenderal Rashad Mahmood akan memperoleh gambaran serta sekaligus kenangan yang manis tentang Indonesia, walaupun berkunjung hanya beberapa hari saja,” jelasnya.

Sementara itu Pangab Pakistan Jenderal Rashad Mahmood, NI(M).menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang telah menerimanya beserta rombongan dengan penuh persahabatan. “Keramahtamahan Jenderal merupakan refleksi dari hubungan erat dan akrab antara bangsa dan Angkatan Bersenjata kedua negara, yakni TNI dan Angkatan Bersenjata Pakistan,” kata Jenderal Rashad Mahmood.

Acara jamuan makan juga dimeriahkan dengan penampilan Kartika Orkestra Ditajenad TNI AD, Tarian Tanjung Berawa dari Bali serta Tari Saman dari Nangro Aceh Darusalam (NAD), dalam rangka menampilkan keragaman keindahan Budaya Indonesia. (TGR/PTNI)

 

 



Artikel Terkait
» Militer Indonesia dan Filipina Lakukan Pertemuan
» TNI Tuan Rumah CISM Asia Meeting ke-4 di Bali



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »