» Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang


Diplomasi
28-09-2016
Kuba Berkomitmen Perkuat Hubungan Antar Masyarakat dengan Indonesia

Kuba berkomitmen untuk mempererat hubungan dengan Indonesia melalui koneksi "people to people" atau hubungan antarmasyarakat yang akan diperkuat dengan menggandeng media di Indonesia untuk menyebarluaskan informasi mengenai negara tersebut.


"Hubungan 'people to people' sangatlah penting karena nantinya akan dapat mengidentifikasi cara-cara yang dapat dilakukan untuk mempererat koneksi dan kerja sama antara Indonesia dan Kuba," kata Duta Besar Kuba untuk Indonesia Nirsia Castro Guevara dalam kunjungannya ke Perum LKBN Antara di Jakarta, Senin (26/9/2016).

Kunjungan Dubes Kuba ke Antara merupakan bagian dari usahanya untuk memperkuat hubungan personal antara masyarakat kedua negara tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pada saat ini informasi mengenai kedua negara masih terbilang terbatas untuk diakses dan menekankan pentingnya membangun pengetahuan bagi masing-masing negara mengenai satu sama lain karena pertukaran pengetahuan ini dapat mendorong terbukanya kesempatan kerja sama lain dalam bidang perdagangan.

"Terlebih sekarang dengan semakin terbukanya kesempatan berinvestasi di Kuba, terutama dalam sektor pabrik dan pariwisata," ujarnya.

Pada saat ini, kerja sama antara Indonesia dan Kuba sebagian besar sangat terkait dengan sektor kesehatan. Pada tahun 2006, badan kesehatan dari kedua negara telah menandatangani perjanjian untuk melakukan pengembangan vaksin untuk demam berdarah dan malaria.

Hubungan bilateral Indonesia dan negara Amerika Selatan tersebut berawal dari era pemerintahan Presiden Soekarno. Hubungan diplomatik antara kedua negara terbentuk berdasarkan hubungan akrab Presiden pertama Indonesia dengan Presiden Kuba saat itu, Fidel Castro.



Artikel Terkait
» Dinamika Hubungan Internasional Rusia dan Negara Gulf Cooperation Council
» Berangkat ke Rusia, Erdogan Sebut Putin “Sahabatku”
» Pertemuan Trilateral Rouhani, Putin dan Aliyev Berlangsung
» Terima Presiden Tajikistan, Jokowi Tandatangani Empat Kerjasama
» Putin Kunjungi Cina Bahas Perluasan Kerja Sama Bilateral
» Indonesia-Norwegia Perkuat Kerjasama di Tiga Bidang



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik
Dalam berbagai kesempatan, pemerintahan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sudah sempat meminta maaf atas sepak-terjang tentara Jepang pada Perang Dunia II di beberapa negara eks koloninya ...

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Arsip
Dilihat Dari Gelagatnya, NATO Memang Ingin Agresi Militer ke Rusia

KPK Dalami Proses Penentuan Opini Kasus Kemendes-BPK

Anggaran Polri Naik di Masa Presiden Jokowi

Ketua OPEC Optimistis Stok Minyak Global Turun

Mengunjingkan Epistemologi Keraton

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »