» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Diplomasi
13-10-2016
Indonesia-Rumania Sepakat Perluas Kerja Sama Infrastruktur

Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi menyatakan Indonesia dan Rumania sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam bidang infrastruktur.


Pada pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri Rumania Lazăr Comănescu di Jakarta, Rabu (12/10), Retno memaparkan bahwa kerja sama antar kedua negara terbilang berkembang secara signifikan. Perdagangan bilateral kedua negara meningkat hampir 32,5 persen tahun ini jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Kemungkinan kami (Indonesia-Rumania) akan menguatkan hubungan bilateral dalam bidang infrastruktur. Sebab infrastruktur menjadi salah satu prioritas pembangunan Indonesia saat ini," ujar Retno seusai pertemuan dalam konferensi pers sebagaimana dilansir cnnindonesia.com.

Retno menyatakan bahwa kesepakatan kerja sama dalam hal infrastruktur akan ditindaklanjuti secara teknis. Menlu Rumania direncanakan akan bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan RI untuk mendiskusikan potensi kerja sama itu.

Menurut Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu Muhammad Anshor, sejauh ini belum ada kerja sama spesifik dalam sektor ekonomi antar kedua negara.

Kunjungan pertama Menlu Rumania ke Indonesia ini, kata Anshor, dianggap sebagai pendekatan dan antusias baru untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara di Asia, khususnya Indonesia.

"Area spesifik kerja sama memang belum benar-benar pasti. Prioritas kerja sama pembangunan infrastruktur dan juga tentu yang sifatnya fondasi yang dampaknya tidak immediate tapi long term," kata Anshor.

Sementara itu, Menlu Rumania Lazăr Comănescu mengatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat penting di Asia bagi Romania.

Comănescu mengatakan, Indonesia-Romania memiliki potensi ekonomi yang sangat baik. Indonesia merupakan mitra kunci Rumania di kawasan Asia Tenggara. Rumania, tuturnya, datang ke Indonesia dengan tujuan yang sangat jelas.

Comănescu menjelaskan bahwa Rumania datang tidak hanya untuk meningkatkan kerja sama tapi juga untuk mengkaji dan memperkuat kemitraan antar kedua negara.

"Rumania mungkin bisa mempermudah akses (ekonomi) Indonesia ke pasar Uni Eropa suatu saat nanti. Kami ingin memastikan kepada Indonesia bahwa ini (kerja sama Indonesia-Rumania) sangat penting kedepannya," kata Comănescu.



Artikel Terkait
» Kuba Berkomitmen Perkuat Hubungan Antar Masyarakat dengan Indonesia
» Dinamika Hubungan Internasional Rusia dan Negara Gulf Cooperation Council
» Berangkat ke Rusia, Erdogan Sebut Putin “Sahabatku”
» Pertemuan Trilateral Rouhani, Putin dan Aliyev Berlangsung
» Jokowi-Najib Bahas Tiga Isu Strategis RI-Malaysia
» Terima Presiden Tajikistan, Jokowi Tandatangani Empat Kerjasama
» Putin Kunjungi Cina Bahas Perluasan Kerja Sama Bilateral



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »