» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Pendidikan
25-10-2016
China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN

Pemerintah China mengharapkan lebih banyak lagi pelajar asal negara-negara anggota ASEAN untuk menimba ilmu di negeri tirai bambu itu sebagai upaya meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan dan budaya antara ASEAN dan China.


"Para pelajar asing adalah jembatan dan masa depan dari hubungan antara ASEAN dan China," Sekretaris Jenderal ASEAN-China Center Yang Xiuping dalam kuliah umum di Nanjing Normal University, Nanjing, China pada Minggu.

Saat ini terdapat kurang lebih 68.000 pelajar dari negara-negara Asia Tengara yang sedang menimba ilmu di China.

Pemerintah China, sementara itu menargetkan untuk menggaet sebanyak 100.000 pelajar ASEAN untuk belajar di China pada 2016.

"Kami berharap untuk melihat lebih banyak lagi pertukaran pelajar ASEAN yang belajar ke China," kata Yang.

Indah Kartika Sari, asal Indonesia, adalah salah satu pelajar ASEAN yang beruntung mendapatkan kesempatan belajar di China.

Perempuan asal Provinsi Aceh itu mendapatkan beasiswa untuk belajar ilmu jurnalistik dan komunikasi di Nanjing Normal University, di Nanjing, Ibukota Provinsi Jiangsu.

"Ini adalah kesempatan yang langka untuk mengenal budaya China. Bahasa menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang menimba ilmu di China," kata Indah yang sudah fasih berbahasa Mandarin di tahun keduanya belajar di China itu.

Sementara itu di tempat lain, Marina, asal Laos adalah salah satu pelajar ASEAN yang menimba ilmu di China, tepatnya di Soochow University di Suzhou, Jiangsu

"Saya belajar ilmu lingkungan di sini untuk bekal mencari kerja di Laos," kata Marina.

Dalam kerangka Jalur Sutra Maritim Abad 21 yang digagas oleh Pemerintah Republik Rakyat China, diharapkan terwujudnya pertukaran pelajar dan budaya antara negara-negara anggota ASEAN dan China.

"Perusahaan-perusahaan China ingin membina kerjasama ekonomi namun mereka juga membutuhkan pertukaran pendidikan untuk dapat memahami satu dan lainnya," kata Wakil Direktur Soochow University in Laos, dalam kesempatan terpisah.

Jalur Maritim Sutra Abad ke-21 diharapkan menyatukan dan memperluas kerjasama antara China dan berbagai negara yang dilalui oleh jalur perdagangan termahsyur pada zaman China kuno itu serta terciptanya pertumbuhan dan hubungan saling menguntungkan di wilayah yang lebih luas.


Sumber :ANTARA
Artikel Terkait
» Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo
» Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia
» Indonesia to learn vocational education from Germany: Minister
» Membangun Mental Lewat Sekolah



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Pemerintah Pastikan Blokir Telegram

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »