» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Industri Strategis
27-10-2016
Jonan: Amandemen Kontrak Karya Selesai Akhir Tahun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan bersikeras akan menyelesaikan amandemen Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada akhir tahun ini.

Jonan menganggap, saat ini kemajuan proses amandemen kontrak masih belum signifikan. Oleh sebab itu untuk mempercepat penyelesaian amandemen kontrak, Dirjen Minerba diharapkan segera membentuk tim percepatan.
 
Ia bilang, kepastian waktu amandemen kontrak merupakan bentuk kemudahan berusaha di dalam negeri. "Kalau bisa selesai akhir tahun ini atau awal tahun depan," ujarnya saat mengunjungi Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Kamis (27/10).
 
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono menyatakan, tim percepatan amandemen kontrak sudah ada dan ia meyakini bahwa amandemen tersebut bisa selesai akhir tahun ini. "Masalahnya hanya tinggal keuangan yang ada di Badan Kebijakan Fiskal (BKF)," tandas Bambang.
 
Adapun enam poin menegosiasi amandemen kontrak yang wajib disepakati antara lain : wilayah kerja, perpanjangan kontrak, penerimaan royalti, pengolahan pemurnian di dalam negeri, divestasi saham dan penggunaan tenaga kerja lokal, barang dan jasa pertambangan di dalam negeri.
 
Asal tahu saja, saat ini tercatat ada 34 perusahaan pemegang Kontrak Karya dan 73 pemegang PKP2B. Namun hingga saat ini baru 9 Kontrak Karya dan 22 PKP2B yang sudah menandatangani amendemen kontrak.

Sumber :kontan.co.id

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Apakah Outcome Pilkada 2017 Bisa Eliminasi Korupsi Politik ?

Merajut Kebhinekaan dan Menangkal Radikalisme

Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »