» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Pendidikan
01-11-2016
Guru Indonesia Belajar Sistem Pendidikan di Australia

Sebanyak 136 guru terbaik Indonesia akan mengikuti program belajar dan pengalaman kerja di Universitas Melbourne, Australia, demikian siaran pers dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang diterima di Jakarta, baru-baru ini.


Para guru Indonesia akan belajar sistem pendidikan dalam sebuah kursus singkat di Universitas Melbourne dan mendapatkan kempatan untuk mengajar di sekolah-sekolah Australia.

Kursus singkat tiga pekan ini akan memberi contoh praktis kepada para peserta bagaimana menerapkan hasil pembelajaran mereka dan membagi pengalaman dengan sesama guru

sepulang mereka ke tanah air.

Universitas, politeknik dan sekolah-sekolah kelas dunia di Australia menjadikan negara ini salah satu tujuan utama bagi pelajar Indonesia untuk belajar di luar negeri.

Hampir seperempat dari jumlah pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri berada di Australia, di mana pada 2015, ada 19.300 pendaftar Indonesia di seluruh lembaga pendidikan Australia.

Melalui program beasiswa pemerintah Australia, New Colombo Plan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, 2,000 anak muda Australia sudah tinggal, bekerja dan belajar di Indonesia.

Masyarakat Australia juga memiliki minat besar untuk mengenal lebih dalam dan mencari peluang untuk belajar dan bekerja di Indonesia.

Baru-baru ini Konsulat Jenderal Indonesia di Sidney memfasilitasi 22 siswa dan dua guru kelas 10 dari program bahasa Indonesia, SMA Nowra St John the Evangelist, Australia untuk belajar bahasa Indonesia.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Mengunjungi KJRI, untuk memotivasi para siswa dan guru program bahasa Indonesia di sekolah-sekolah lanjutan di Sydney dan sekitarnya untuk terus menekuni Bahasa Indonesia sebagai bahasa ke dua.



Artikel Terkait
» China Harapkan Lebih Banyak Mahasiswa ASEAN
» Diki, Bocah Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Universitas Waterloo
» Mendikbud Tolak Permintaan Turki Tutup Sembilan Sekolah di Indonesia
» Membangun Mental Lewat Sekolah
» Menristekdikti: Kuliah S2 Kini Cukup dengan 36 SKS



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »