» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Timur Tengah
03-11-2016
AS Ingin Memecah Belah Timteng untuk Lindungi Israel
Scott Bennett, mantan psikolog militer AS dan analis terorisme, mengatakan Amerika mempunyai rencana buruk, yaitu memecah belah negara-negara di Timur Tengah dalam rangka “melindungi Israel” dan “mencuri sumber daya alam negara-negara tersebut.” Hal itu ia katakan dalam wawancara dengan Press TV, Rabu (02/11/16).

AS dan sekutu terdekatnya, Israel, “berpikir secara strategik tentang melenyapkan rejim-rejim di Timur Tengah agar menjadi tidak efektif,” kata Bennett, “Mereka tidak butuh menghancurkan mereka. Mereka hanya harus membuat mereka tidak efektif.”
 
Bennett menambahkan, AS telah melancarkan perang, mengirim serangan udara dan memecah belah agama secara internal untuk “mencapai agenda menjijikkan mereka di Timteng dan Afrika Utara.”
 
Setelah kejadian 9/11 di New York dan Washington DC, pemerintah AS memutuskan untuk menghancurkan setidaknya tujuh negara dalan lima tahun, lanjut Bennett.
 
“Kita menyaksikan sesuatu yang destruktif dan tragis karena pemerintah AS di bawah kekuasaan Obama telah benar-benar menghancurkan reputasi kita [AS] di Timur Tengah dan [sekarang] tidak ada yang mau mempercayai AS.”

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »