» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Ekonomi dan Bisnis
07-11-2016
China Siapkan US$ 11,15 Miliar Ekspansi ke Eropa
Pertumbuhan ekonomi yang stabil mendorong China terus memperluas investasinya. China telah menyiapkan dana investasi senilai € 10 miliar euro atau setara dengan US$ 11,15 miliar untuk investasi di Eropa.

Dana tersebut untuk membiayai proyek-proyek di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Minggu (6/11), dana tersebut akan dikucurkan melalui Commercial Bank Of China.
 
Dana investasi China untuk Eropa Timur dan Eropa Tengah tersebut akan dikelola The Sino CEE Financial Holdings, perusahaan yang didirikan oleh Commercial Bank Of China. China Life Insurance dan Fosun Grup akan terlibat dalam pengelolaan dana ini.
 
Dikutip dari China Daily, Sino CEE khusus didirikan dalam rangka kerjasama antara China dengan 16 negara di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Tak hanya mendanai proyek, Sino CEE juga menjadi lembaga yang menawarkan layanan keuangan lainnya,  termasuk kemungkinan investasi efek.
 
Ke depan, penghimpunan dana investasi tersebut ditagerkan akan meningkat menjadi € 50 miliar euro. Dana tersebut akan membiayai sejumlah proyek seperti infrastruktur,  manufaktur, teknologi tinggi dan juga investasi pada barang konsumsi.
 
Ke depan, investasi terbuka tidak hanya di Eropa Tengah dan Eropa Timur namun juga negara lain. CEE Financial Holdings resmi diluncurkan Perdana Menteri China Li Keqiang selama kunjungannya ke Riga, Latvia, Sabtu (5/11).
 
Sementara ini, proyek yang dibiayai baru sebatas di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Namun tidak menutup kemungkinan merambah wilayah lain di Eropa. Meski dana disokong Pemerintah China, namun tetap beroperasi di bawah prinsip-prinsip bisnis dan aturan main pasar.
 
Eropa Tengah dan Eropa Timur telah menjadi bagian dari pintu gerbang investasi China ke Uni Eropa. Negara Tembok Besar ini berharap mendapat pasar baru ekspor di tengah ekonomi domestik yang tengah melambat.
 
Wakil Menteri Perdagangan China Gao Yan mengatakan,  perusahaan China telah menginvestasikan lebih dari US$ 5 miliar di kawasan Eropa Tengah pada tahun lalu. Pembatasan investasi China di beberapa sektor oleh Jerman membuat China lebih banyak menempatkan investasinya ke Eropa Timur dan Tengah.

Sumber :kontan.co.id

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »