» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Timur Tengah
15-11-2016
Iran Umumkan Kesiapan Gelar Manuver Militer Bersama dengan Cina
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengumumkan kesiapan Iran untuk menggelar manuver militer gabungan dengan Cina.

Sepah News (14/11) melaporkan, Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Senin (14/11) dalam pertemuan dengan Chang Wanquan, Menteri Pertahanan Cina di Tehran menyinggung hubungan bilateral dua negara dan tekad kedua pihak untuk meningkatkan hubungan ke level yang lebih strategis dan menekankan pelaksanaan nota kesepahaman yang sudah ditandatangani.
 
Mayjen Bagheri juga menekankan urgensi kerja sama dua negara dalam isu-isu bilateral, regional dan internasional.
 
Ia mengatakan, Iran sepenuhnya siap untuk memperluas dan memperdalam kerja sama pertahanan dan militer, termasuk menggelar manuver militer bersama dengan Cina.
 
Bagheri menilai Cina memainkan peran konstruktif dalam interaksi global dan menekankan berlanjutnya peran tersebut dengan maksud untuk menghadapi ekspanionisme dan invasi kubu imperialisme dunia.
 
Sementara itu, Chang Wanquan, Menhan Cina dalam pertemuan itu menyinggung posisi penting Iran di kawasan dan dunia.
 
Ia menuturkan, Angkatan Bersenjata Cina berkomitmen untuk melaksanakan dan mewujudkan secara utuh kesepakatan pertahanan dan militer dengan Iran.
 
Kedua pihak dalam kesempatan tersebut menekankan kelanjutan kontak dua negara dalam masalah-masalah dan tantangan keamanan regional, pentingnya melawan terorisme sebagai ancaman dunia sekarang serta perluasan perdamaian, stabilitas dan pengakuan hak negara-negara berdaulat.
 
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran kepada wartawan setelah pertemuan itu mengabarkan kesepakatan pembentukan sebuah komisi kerja sama militer dan pertahanan Tehran-Beijng.
 
"Komisi bersama ini direncakanan segera bekerja dalam rangka memperkuat dan memperkokoh keamanan dua negara," ujarnya.
 
Chang Wanquan, Menhan Cina, bersama delegasi militer negara itu tiba di Iran, Senin (14/11). 

Sumber :parstoday.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »