» Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan » Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida


Timur Tengah
15-11-2016
Iran Umumkan Kesiapan Gelar Manuver Militer Bersama dengan Cina
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengumumkan kesiapan Iran untuk menggelar manuver militer gabungan dengan Cina.

Sepah News (14/11) melaporkan, Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Senin (14/11) dalam pertemuan dengan Chang Wanquan, Menteri Pertahanan Cina di Tehran menyinggung hubungan bilateral dua negara dan tekad kedua pihak untuk meningkatkan hubungan ke level yang lebih strategis dan menekankan pelaksanaan nota kesepahaman yang sudah ditandatangani.
 
Mayjen Bagheri juga menekankan urgensi kerja sama dua negara dalam isu-isu bilateral, regional dan internasional.
 
Ia mengatakan, Iran sepenuhnya siap untuk memperluas dan memperdalam kerja sama pertahanan dan militer, termasuk menggelar manuver militer bersama dengan Cina.
 
Bagheri menilai Cina memainkan peran konstruktif dalam interaksi global dan menekankan berlanjutnya peran tersebut dengan maksud untuk menghadapi ekspanionisme dan invasi kubu imperialisme dunia.
 
Sementara itu, Chang Wanquan, Menhan Cina dalam pertemuan itu menyinggung posisi penting Iran di kawasan dan dunia.
 
Ia menuturkan, Angkatan Bersenjata Cina berkomitmen untuk melaksanakan dan mewujudkan secara utuh kesepakatan pertahanan dan militer dengan Iran.
 
Kedua pihak dalam kesempatan tersebut menekankan kelanjutan kontak dua negara dalam masalah-masalah dan tantangan keamanan regional, pentingnya melawan terorisme sebagai ancaman dunia sekarang serta perluasan perdamaian, stabilitas dan pengakuan hak negara-negara berdaulat.
 
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran kepada wartawan setelah pertemuan itu mengabarkan kesepakatan pembentukan sebuah komisi kerja sama militer dan pertahanan Tehran-Beijng.
 
"Komisi bersama ini direncakanan segera bekerja dalam rangka memperkuat dan memperkokoh keamanan dua negara," ujarnya.
 
Chang Wanquan, Menhan Cina, bersama delegasi militer negara itu tiba di Iran, Senin (14/11). 

Sumber :parstoday.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Panglima TNI: Generasi Penerus TNI Harus Sensitif Terhadap Isu Global

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Panglima TNI: Tujuh Langkah untuk Menguasai Indonesia

Mengapa China Bersemangat Membangun Infrastruktur di Indonesia?

Tentara Filipina Tewaskan 10 Aktivis Garis Keras Guna Bebaskan Sandera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »