» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Militer
16-11-2016
Antisipasi Keadaan Darurat Nuklir, Bakamla RI Lancarkan Latihan Peknubika

Direktorat Latihan Kedeputian Operasi dan Latihan Bakamla RI menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyelamatan Kapal Nuklir, Biologi dan Kimia (Peknubika) di Kompi Zeni Nubika, Parung, beberapa hari lalu.


Seperti dilansir dalama siaran pers Puspen TNI, Senin (15/11/2016), menyebutkan latihan yang berlangsung selama lima hari ini terdiri dari teori yang meliputi alsus nubika, proteksi nubika, PAP nubika, evakuasi nubika, penyelidikan nubika, dan dekontaminasi nubika. Untuk praktek lapangan meliputi praktek proteksi nubika, penyelidikan nubika, evakuasi nubika, dekontaminasi nubika, dan aplikasi nubika.

"Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengantisipasi adanya kejadian luar biasa di laut yang berkaitan dengan Peknubika. Diharapkan melalui pelatihan ini dapat diperoleh kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam menghadapi keadaan darurat nuklir, biokimia dan kebakaran," kutip siaran pers.

Salah satu hal yang mendasari dilaksanakannya pelatihan ini, yaitu pengalaman beberapa waktu lalu saat adanya kapal kargo berbendera Australia dari Perancis yang membawa muatan limbah nuklir ilegal.

"Melalui sistem pemantauan yang dikelola Bakamla RI, diperkirakan bahwa kapal tersebut akan melalui perairan Indonesia. Mengantisipasi adanya pembuangan limbah nuklir secara ilegal di perairan Indonesia, Bakamla RI beserta stakeholder terus memantau pergerakannya. Pada akhirnya, kapal tersebut menghindari perairan Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke Australia,".

Peserta pelatihan diharapkan mampu mengenal jenis-jenis zat radio aktif, dapat melakukan penanganan terhadap zat radio aktif, memahami bahaya-bahaya nubika, dapat melaksanakan prosedur penggunaan alat pemadam kebakaran (APAR) dengan baik dan benar, dan dapat mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan nuklir, biokimia dan kebakaran di laut.


Sebagai penjaga lautan nusantara, Bakamla RI harus siap menghadapi segala tantangan yang terjadi di perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia. (TGR/PTNI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »