» Asia Pasifik dalam Pusaran Kekuatan-kekuatan Global » Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump


Militer
16-11-2016
Panglima TNI: Tingkatkan Terus Kapasitas dan Kualitas TNI dalam Misi Perdamaian PBB

Penugasan Misi Perdamaian Dunia yang baru saja kalian selesaikan, tidak berhenti sampai di sini dan bahkan akan terus ditingkatkan, baik kapasitas maupun kualitasnya. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada upacara penyambutan Satgas Heli TNI Konga XXXVIII-A/Minusma (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali) di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (14/11/2016).


Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, tidak ada yang lebih membahagiakan dan membanggakan bagi setiap Panglima ataupun Komandan ketika menyambut dan menerima kembali para prajuritnya dari medan tugas operasi dengan membawa keberhasilan.
 
“Demikianlah yang saya rasakan pada saat ini, perasaan yang sama juga dirasakan oleh kita semua yang hadir di sini, sungguh amat bangga kepada kalian. Secara umum, kalian dinilai ‘berhasil’ dalam mengemban tugas negara yang dipercayakan dunia dalam melaksanakan misi perdamaian di Republik Mali,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, peran TNI misi perdamaian dunia merupakan wujud implementasi dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan melaksanakan politik luar negeri bagi Indonesia. “Misi perdamaian merupakan salah satu dari tugas pokok TNI dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia dan peningkatan kerja sama internasional yang ditujukan untuk mengoptimalkan pencapaian kepentingan nasional,” terangnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa Misi Perdamaian bukan hanya untuk turut aktif dalam menjaga perdamaian dunia seperti yang diamanatkan UUD 1945, akan tetapi memiliki nilai atau tujuan, antara lain peningkatan citra bangsa Indonesia di dunia internasional, yang diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia; dan sebagai bentuk show of force, yang diharapkan dapat menimbulkan efek cegah tangkal atau deterent effect demi kepentingan nasional; serta dapat meningkatkan kemampuan lobi pemerintah Indonesia guna meningkatkan bargaining position (posisi tawar) dalam percaturan politik dunia internasional.
 
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa, pencapaian secara kuantitas dan kualitas melalui misi perdamaian diharapkan dapat bernilai guna bagi peningkatan kemampuan TNI pada misi perdamaian selanjutnya. “Saya berharap sekecil apapun pengalaman dan pengetahuan selama dalam penugasan misi perdamaian di Republik Mali, untuk selalu diingat, dicatat dan dievaluasi bagi kepentingan penugasan misi perdamaian lain ke depan,” ujarnya.
 
“Dengan meningkatnya kapasitas dan kualitas TNI, tentunya akan mengangkat derajat dan martabat Indonesia di mata dunia internasional terutama dalam hal misi perdamaian, sehingga dapat mengembangkan peran positif dalam lingkup operasional dan manajerial dimanapun misi perdamaian dunia yang diselenggarakan oleh PBB,” tutur Panglima TNI.
 
Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, hal tersebut merupakan tantangan yang kita hadapi ke depan dan kita yakin bahwa kita memiliki obsesi untuk menghadapi semua tantangan dengan capaian hasil yang baik.  “Kesemuanya itu dapat kita capai, jika kita bersama-sama selalu berbuat yang terbaik untuk TNI, masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.
 
Panglima TNI juga menyampaikan atensi dan harapan. Pertama, senantiasa mensyukuri atas setiap apa yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa, karena rasa syukur itu akan melahirkan keikhlasan dalam setiap pelaksanaan tugas yang diembankan oleh negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, manfaatkan setiap pengalaman tugas yang telah kalian miliki, sekecil apapun itu, untuk menempa dan meningkatkan kualitas diri, pengetahuan dan keterampilan guna mencapai  kesuksesan dalam  penugasan ke depan.
 
Ketiga, laksanakan proses konsolidasi dengan sebaik-baiknya. Selesaikan tugas akhir, kegiatan administratif, serta inventarisasi perlengkapan dan alat peralatan, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, baik menyangkut bidang personel, materiil  maupun anggaran; dan Keempat, segera menyesuaikan diri dengan lingkungan satuan masing-masing. Tunjukkan kualitas dan identitas sebagai prajurit yang matang dengan pengalaman serta wawasan yang luas guna pelaksanaan tugas berikutnya. (TGR07/PTNI)




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea

Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points

Tiga Negara Ajukan Pertemuan Darurat untuk Bahas Rudal Balistik Korut

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Benarkah Kebebasan Pers Makin Memburuk?

Menyimak Konflik Sosial di Indonesia

Menjaga dan Merawat Kerukunan Beragama di Papua

Membendung Radikalisme dan Mempertahankan Keutuhan NKRI

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »