» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Amerika
18-11-2016
Texas dan California Minta Lepas dari Amerika Serikat
Rakyat California berencana melepaskan diri dari Amerika Serikat setelah hari pemilihan presiden kemarin. Sama seperti California, Gerakan Nasionalis Texas (TNM) berencana mengumpulkan seluruh organisasi independen pro- Texas untuk keluar dari AS secara damai.

“Keinginan Texas  untuk keluar dari perserikatan tidak memandang siapa yang menjadi presiden. Sejak lahirnya organisasi ini 12 tahun yang lalu, kami telah melihat bahwa rakyat Texas semakin lelah karena harus hidup dibawah 180,000 halaman aturan federal, hukum, dan regulasi yang dikelola oleh 440 agensi berbeda dan 2,5 juta birokrat yang tidak dipilih,” kata Daniel Miller, ketua Gerakan Nasionalis Texas, dalam wawancara radio dengan SputnikNews.
 
“Kami percaya bahwa yang berhak memimpin Texas dan yang berasal dari Texas sendiri,” tambahnya.
 
Miller mengatakan lebih lanjut mengenai berapa banyak orang yang mendukung TNM di Texas. Ia mengemukakan fakta bahwa selain dua partai utama di AS, TNM adalah organisasi advokasi politik terbesar di Texas dan gerakan pembebasan terbesar di Barat dan salah satu yang terbesar di dunia.
 
“Kami adalah organisasi yang sangat besar. Kami memiliki pendukung di  254 kawasan Texas,” kata  Miller. Ia juga menceritakan bagaimana suasana di Texas hari-hari ini sama dengan situasi Brexit di Inggris.
 
“Fakta ini tidak bisa terbantahkan bahwa… kebijakan AS telah memperburuk pertumbuhan ekonomi Texas,”  ujarnya.
 
Berbicara tentang kawasan lain yang berencana lepas dari perserikatan, khususnya California,  Miller mengatakan ia mendapat pesan pribadi dari pemimpin organisasi “Yes California Independence Campaign.”
 
Selain itu, kata Miller, hal yang harus diketahui oleh semua orang adalah, “Ada gerakan pembebasan di lebih dari 35 negara bagian selain California, yaitu New Hampshire, Vermont, Alaska dan lainnya. Kami sudah memulai diskusi formal untuk bekerjasama tentang hal ini,” tutup Miller. 

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »