» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Amerika
22-11-2016
Kualitas Militer AS Makin Buruk
The Heritage Foundation mempublikasikan laporan mengenai tingkat kekuatan militer AS pada Rabu (16/11/16). Mereka  memberikan kesimpulan bahwa militer Amerika saat ini mencapai titik terendah dan semakin melemah.

Mengambil data dari index Kekuatan Militer AS 2017, temuan laporan tersebut meneliti poin-poin ini: kapabilitas atau modernitas, kapasitas untuk operasi, dan kesiapan menangani misi dengan sukses.
 
“Bahkan untuk unit tentara yang dikirim ke luar negeri, Angkatan Darat membutuhkan banyak bantuan untuk pemeliharaan alat-alat,” tulis Heritage. “Kesimpulannya, Angkatan Darat [AS] semakin melemah dan menua, kondisi yang sepertinya takkan berubah untuk ke depannya.”
 
Secara umum, Angkatan Darat AS tidak punya kapasitas dan kesiapan untuk membela tanah air mereka, namun di saat yang sama sukses menuntaskan perang besar di negara lain.
 
Menurut Heritage, bagian lainnya dari militer AS juga tak terlihat lebih baik. Angkatan Laut, misalnya, yang diberi nilai buruk oleh Heritage dalam hal kapabilitas, kini tengah “menghabiskan waktu yang panjang demi meningkatkan kesiapan dalam memenuhi tuntutan operasional.”
 
Angkatan Udara juga dinilai berkualitas buruk dikarenakan tidak menerima dana yang cukup. Banyak jet dan helikopter perang yang  ternyata tidak banyak beroperasi.
 
Heritage menyatakan temuan tersebut menggarisbawahi perlunya peningkatan secara keseluruhan dalam pendanaan militer, meski Pentagon telah membuat proposal dana yang masif sebanyak $583 milyar untuk militer AS pada tahun 2017. (ra/presstv)

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Top! Pelajar Indonesia Gelar Festival Budaya di Manchester

Kehadiran Kapal Induk Cina Terbaru Menuai Spekulasi

Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik

Kongres Ulama Perempuan di Cirebon Dihadiri oleh 15 Negara

Sekjen PBB Serukan Penyelesaian Politik bagi Krisis Yaman

China Luncurkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri

Pilkada Rasa Devide et Impera

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »