» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Amerika
22-11-2016
Kualitas Militer AS Makin Buruk
The Heritage Foundation mempublikasikan laporan mengenai tingkat kekuatan militer AS pada Rabu (16/11/16). Mereka  memberikan kesimpulan bahwa militer Amerika saat ini mencapai titik terendah dan semakin melemah.

Mengambil data dari index Kekuatan Militer AS 2017, temuan laporan tersebut meneliti poin-poin ini: kapabilitas atau modernitas, kapasitas untuk operasi, dan kesiapan menangani misi dengan sukses.
 
“Bahkan untuk unit tentara yang dikirim ke luar negeri, Angkatan Darat membutuhkan banyak bantuan untuk pemeliharaan alat-alat,” tulis Heritage. “Kesimpulannya, Angkatan Darat [AS] semakin melemah dan menua, kondisi yang sepertinya takkan berubah untuk ke depannya.”
 
Secara umum, Angkatan Darat AS tidak punya kapasitas dan kesiapan untuk membela tanah air mereka, namun di saat yang sama sukses menuntaskan perang besar di negara lain.
 
Menurut Heritage, bagian lainnya dari militer AS juga tak terlihat lebih baik. Angkatan Laut, misalnya, yang diberi nilai buruk oleh Heritage dalam hal kapabilitas, kini tengah “menghabiskan waktu yang panjang demi meningkatkan kesiapan dalam memenuhi tuntutan operasional.”
 
Angkatan Udara juga dinilai berkualitas buruk dikarenakan tidak menerima dana yang cukup. Banyak jet dan helikopter perang yang  ternyata tidak banyak beroperasi.
 
Heritage menyatakan temuan tersebut menggarisbawahi perlunya peningkatan secara keseluruhan dalam pendanaan militer, meski Pentagon telah membuat proposal dana yang masif sebanyak $583 milyar untuk militer AS pada tahun 2017. (ra/presstv)

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Imigrasi Bekasi Deportasi 9 WNA China

Jasa Presiden Soekarno buat bangsa Indonesia

RESENSI: Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Partai Berkuasa di Hungaria Ingin Usir "LSM George Soros"

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »