» Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi » Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia » Pemerintah Jepang Tidak Punya Itikad Baik Menyelesaikan Masalah Ianfu di Indonesia » Aleppo, Propaganda dan Peta Aliansi Militer Terbaru (Bagian 2-Selesai) » Meneropong Masa Depan Angkatan Bersenjata Cina


Politik
23-11-2016
Oleh: Bagus Taruno Legowo*)
Tiga Teori Bangsa Menurut Bung Karno
Ada 3 teori untuk mengenali Bangsa Indonesia menurut Ir. H. Soekarno:
  1. Teori senasib sepenanggungan dan kesamaan sejarah (Otto Bauer).
  2. Teori kesamaan cita-cita atau kehendak yang terkenal dengan istilah 'raison de etre ensemble' (Ernest Renan). 
  3. Teori geopolitik dan geostrategis, dimana antara manusia dan alam tempatnya berada sudah menyatu ribuan tahun.

Irisan dari ketiga teori ini membentuk Bangsa Indonesia. Jadi jika ada satu etnik di Indonesia yang tidak memenuhi ketiga teori tersebut, dia tentu saja bukan dari Bangsa Indonesia.
 
Memang di kepulauan Nusantara ini selama ratusan tahun telah banyak sekali orang-orang bangsa lain berdatangan untuk berdagang dan mencari nafkah dan akhirnya hidup bersama di berbagai kepulauan Nusantara ini. Yang perlu untuk diperhatikan adalah mereka, orang-orang bangsa lain itu telah meleburkan diri mereka pada falsafah, budaya dan peradaban yang ada di kepulauan Nusantara ini, yakni Panca Sila, sehingga warga dan corak budaya darimana mereka berasal sudah hilang. Mereka adalah bagian dari Bangsa Indonesia.
 
Jika ada sebagian orang-orang yang tinggal di Indonesia (kepulauan Nusantara) ini dengan masih membawa dan membanggakan warisan budaya tanah leluhurnya, itu berarti mereka sesungguhnya bukan Bangsa Indonesia. Sangat mungkin mereka adalah Warga Negara Indonesia, tetapi Anda semua harus tahu bahwa mereka BUKAN BANGSA INDONESIA.
 
BANGSA INDONESIA ITU RIEL ADA DAN BUKAN ABAL-ABAL. ANDA YANG ADALAH BANGSA INDONESIA HARUS BANGGA DENGAN KEBERADAAN BANGSA INDONESIA YANG MEMILIKI FALSAFAH PANCA SILA. INI TIDAK DIMILIKI OLEH ORANG-ORANG BANGSA LAIN.
 
SALAM PANCA SILA



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa
June S Syarief, Kepala Seksi Afrika, Eropa, dan Rusia, Kementerian Perdagangan RI. Disampaikan dalam Seminar Terbatas para ahli dengan tema "MEMBANGUN STRATEGI PERIMBANGAN KEKUATAN DALAM RANGKA MENGAKTUALISASIKAN ...

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Saatnya Indonesia Tampil Sebagai Kekuatan Baru dan Penyeimbang Kekuatan Dunia di Tengah Persaingan Global Dewasa Ini

Lihat lainya »
   Arsip
Menguak Dibalik Kisah Kebenaran Cheng Ho dan Sejarah Islam Nusantara

Memberdayakan Mahasiswa Menghadapi Ancaman Global

Catatan Terkait Pilkada 2017

Memaksimalkan Relasi dengan "Saudara Tua"

Palestina Minta Dukungan Indonesia di Konferensi Paris

Mengingatkan Perdana Menteri Shinzo Abe Atas Beberapa Kejahatan Perang Jepang di Indonesia

Nusantara sebagai Episentrum Kerajaan-Kerajaan Dunia

Bela Negara adalah Kewajiban bagi Setiap Warga Negara Menyikapi Anarkisme (Geo) Politik Global

Kaji Ulang Makna Globalisasi dan Implementasinya

China dan Rusia sepakat balas penempatan rudal AS di Korsel

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »