» Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik » Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik » Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia


Politik
25-11-2016
Jangan Adu TNI-POLRI, Jangan Benturkan Negara cq Aparatnya dengan Umat Islam!
Penulis : M. Arief Pranoto, Direktur Program Studi Geopolitik dan Kawasan Global Future Institute (GFI)

Agaknya, hiruk-pikuk jagad politik di Tanah Air yang dipicu oleh "kasus pulau seribu" kian memanas. Tidak cuma pemain lokal berkecimpung memanfaatkan moment, aktor-aktor global pun turut bermain. Itu keniscayaan. Kenapa? Jelas. Bicara Jakarta berarti berbicara tentang Indonesia, karena ia (Jakarta) adalah etalase negeri ini. Mengkaji Indonesia, artinya juga membahas (geo) politik global, oleh sebab banyak kepentingan para adidaya disini. Kenapa demikian, Indonesia dalam perspektif geopolitk global, selain didudukkan sebagai pemasok raw material, pasar yang tak pernah kenyang, tempat putar ulang kapital para negara produsen (apapun) ---karena cangkul dan ikan asin saja harus impor--- juga yang terkini bahwa faktor geografi memposisikan sebagai lintasan sealanes of communication/transportatian (SLOC/T). Jalur distribusi (pangan, minyak, dll) dan lintasan barang dan jasa berbagai negara yang tak pernah sepi.


Sejak kelahirannya, bangsa ini ulet serta tangguh mempertahankan dan bertahan atas kemajemukan, kebhinnekaan, pluralitas, heteregonitas dll dari upaya-upaya yang hendak memecah-belah degan beragam modus dan cara. DI/TII tak berhasil, NII gagal, PKI tertumpas, konflik komunal di pinggir-pinggir nusantara, selesai lagi tak berkembang. Kuncinya apa? Kekompakan, persatuan dan kesatuan antarkomponen bangsa khususnya TNI, Polri dan Islam selaku agama mayoritas. Tapi tampaknya, panggung "pulau seribu" dan variannya hendak membelah TNI dan Polri, membenturkan Polri dengan Islam, mengadu TNI versus Islam, dan seterusnya. Sadarkah kita?

TNI-Polri dan umat Islam itu anak kandung revolusi. Mereka perekat bangsa. Pecah ketiganya maka pecahlah bangsa ini. Dan dinamika politik hari ini, ada indikasi dan upaya Balkanisasi Nusantara jilid II di Bumi Pertiwi setelah kegagalan (Balkanisasi) jilid I melalui konflik-konflik komunal di tepian Indonesia. Upaya membagi Indonesia menjadi negara-negara kecil (polenesia) berbasis agama (religius state), etnis (ethnic state), kepentingan (corporate state), dan sebagainya telah terendus lama. Bagi kolonial, menyantap kue tart (SDA Indonesia) akan lebih mudah bila diiris kecil-kecil terlebih dulu.

Hay, asing dan aseng! Jangan dikira bangsa ini tak mampu membaca geostrategimu!

Hay, asong/komprador! Penjual negeri. Insyaf. Tobatlah. Nanti tumpah darah ini menolak jazadmu. Ada. Tak sedikit contoh. Jika tidak insyaf dan tobat, kelak jika kalian mangkat duluan, akan kukirim bunga duka cita dengan ucapan: "Selamat jalan! Semoga arwahmu diterima oleh pemilik modal".

Tolong dicatat, di Bumi Pertiwi ini masih banyak kembang sore dan bunga-bunga sedap malam ..

 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Dan ASEAN Harus Pertimbangkan kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia Sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik
Belakangan ini, persaingn global AS versus Cina di Asia Pasifik semakin menajam. Indonesia, yang sejatinya merupakan pelopor strategi perimbangan kekuatan di antara dua kutub yang sedang ...

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia dan ASEAN Harus Pertimbangkan Kerjasama ASEAN-Uni Ekonomi Eurosia sebagai Alternatif Menajamnya Persaingan AS-Cina di Asia-Pasifik

Erdogan Kunjungi Teluk untuk Redakan Sengketa Qatar

Wapres Jusuf Kalla Bahas Kerja Sama Maritim dengan Vietnam

PERPPU N0. 2/2017, PERPU CCTV

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Meskipun Sudah Meminta Maaf, Pemerintah Jepang Tetap Mempertunjukkan Watak Agresif Dan Ekspansionistik

Mengenal Perang Asimetris: Sifat, Bentuk, Pola dan Sumber

Iran Harap Perang Yaman Tidak Sulut Konfrontasi Iran-Saudi

RI -Jepang Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kesehatan

Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »