» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Amerika
28-11-2016
Mengapa Ivanka Trump Menelepon Presiden Argentina?
Nepotisme berlanjut di tubuh pemerintahan Trump. Baru-baru ini, anak perempuan dari sang presiden, Ivanka, ikut melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden neoliberal Argentina, Mauricio Macri.

Macri, yang dipilih tahun lalu sebagai presiden mengalahkan kandidat kiri, Daniel Scioli, mengatakan kepada kantor berita Jepang, Asahi Shimbun, bahwa ia melihat Trump sebagai sosok yang “tegas dan agresif.” Macri juga mengucapkan selamat pada Trump meski ia mengaku mendukung Hillary Clinton.
 
“Dalam pembicaraan saya [dengan Trump] lewat telepon,  saya juga berbicara dengan anak perempuannya,” kata Macri. “Saya sudah mengenalnya sejak ia masih bayi.”
 
Memang, Macri dan Trump telah mengenal satu sama lain sejak 1980-an, ketika sang pengusaha Amerika membeli real estate dari ayah sang presiden Argentina.
 
Pembicaraan telepon Ivanka tersebut terjadi setelah banyaknya peringatan dari publik bahwa anggota keluarga dan rekan bisnis tak boleh ikut campur dalam pemerintahan karena rawan dikacaukan oleh kepentingan pribadi.
 
Minggu lalu, Ivanka juga dilaporkan ikut dalam rapat dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
 
“Keterlibatan mereka menimbulkan sejumlah pertanyaan etis,” tulis Emily Jane Fox di Vanity Fair. Ia menambahkan, penyelewengan aturan nepotisme terjadi pertama kali pada tahun 1967 saat John Kennedy memberikan jabatan Jaksa Agung kepada adiknya, Bobby Kennedy.

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »