» Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia? » Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah » Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh? » Turki Kembali Mempolitisasi Islam dan Isu Tatar Untuk Kepentingan Ukraina » Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah


Timur Tengah
29-11-2016
Pemberontak Suriah Kehilangan Seluruh Timur Laut Aleppo

Pemberontak Suriah telah kehilangan seluruh daerah utara benteng pertahanan mereka di Aleppo timur menurut kelompok pemantau pada Senin (28/11), saat tentara melancarkan serangan untuk merebut kembali kota tersebut.


Tentara merebut daerah Sakhur, Haydariya dan Sheikh Khodr pada Senin, sementara pasukan Kurdi merebut distrik Sheikh Fares dari tangan pemberontak, ungkap Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Pasukan Kurdi di Aleppo tidak secara resmi bersekutu dengan rezim, tetapi oposisi menganggap mereka bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya merebut kembali kota itu.

"Pemberontak kehilangan kendali mereka terhadap semua kawasan di utara Aleppo timur, dan ini adalah kekalahan terburuk mereka sejak merebut sebagian kota itu pada 2012," ungkap direktur Observatorium Rami Abdel Rahman seperti dikutip kantor berita AFP.

Media pemerintah Suriah melaporkan perebutan daerah Haydariya dan Sakhur.

Tentara kembali memulai operasi untuk merebut kembali Aleppo timur hampir dua pekan lalu.

Harian Al Watan Suriah mengatakan bahwa tentara bergerak maju dengan cepat.

Mereka menyebutkan tahap berikutnya dalam operasi tersebut adalah "membagi daerah yang tersisa menjadi beberapa distrik yang akan dengan mudah dikendalikan dan merebutnya secara beruntun."



Artikel Terkait
» Iran Umumkan Kesiapan Gelar Manuver Militer Bersama dengan Cina
» AS Ingin Memecah Belah Timteng untuk Lindungi Israel
» Lebanon Lantik Presiden Baru setelah Kevakuman 29 Bulan
» Era Hegemoni AS dan Sekutunya akan Berakhir di Tanah Syria
» PM Kanada Diam-Diam Menyetujui “Perubahan Rezim” di Suriah
» Qatar Salurkan Dana untuk Organisasi White Helmets



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina
Dalam beberapa bulan belakangan ini, Presiden AS Donald Trump dengan sengaja membesar-besarkan ancaman senjata nuklir dan serangkaian uji coba rudal jarak menengah Korea Utara (Korut) meskipun ...

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Lihat lainya »
   Arsip
Nahdha Project Iringi Naiknya Morsi Menjadi Presiden Mesir

Presiden Lantik 9 Pengarah dan Kepala UKP PIP

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Embargo dan Isolasi Qatar, Tahapan Awal Aksi Destabilisasi Inggris-AS di Timur Tengah

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Perdana Menteri Malaysia Resmikan Siaran TV Digital

KPK Tetapkan 6 Tersangka Kasus Suap DPRD Jatim

Kemana Isu Qatar Hendak Berlabuh?

Lima Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik

Presiden Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »