» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Amerika Latin
29-11-2016
PM Kanada Tak Mau Cabut Pujiannya kepada Fidel Castro

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang dikritik karena mengenang kebaikan mendiang Fidel Castro tanpa menyinggung catatan hak asasi manusia, bersikukuh dengan pendapatnya itu kendati menyatakan Castro memang diktator.


Trudeau memicu kemarahan dan ejekan online setelah menyebut Castro "pemimpin yang luar biasa" dan mengungkapkan kesedihannya atas kematian sang mantan pemimpin Kuba.

Minggu waktu setempat, Trudeau menyebutkan pernyataannya itu hanya untuk mengungkapkan pengakuan bahwa mendiang adalah bekas kepala negara sebuah negara yang lama menjalin hubungan dengan Kanada.

"Faktanya Fidel Castro punya pengaruh besar dan panjang kepada rakyat Kuba," kata Trudeau dalam konferensi pers di KTT Francophonie, Madagaskar.

"Dia jelas figur yang dipertentangkan dan tentu ada keperihatinan besar menyangkut hak asasi manusia, saya terbuka untuk itu, dan saya sudah garis bawahi," kata dia.

Para anggota DPR dari kubu Konservatif yang beroposisi kepada pemerintah mendesak Trudeau memboikot pemakaman Castro, sedangkan anggota DPR yang lain mengkritik komentar Trudeau tentang Castro.

Kanada adalah negara Barat yang paling bersahabat dengan Kuba dengan tetap memelihara hubungan diplomatik setelah Revolusi Kuba 1959, demikian Reuters.



Artikel Terkait
» Parlemen Venezuela Setujui Pemakzulan Presiden Maduro
» Maduro Lakukan Kunjungan ke Tiongkok dan Vietnam Dalam "Masa Sulit"
» Presiden Chile Minta Menterinya Mengundurkan Diri
» Venezuela Perintahkan AS Tarik 80 Diplomat
» Kuba Bebaskan Tiga Tahanan Oposisi



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »