» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Kejahatan Transnasional
29-11-2016
Densus 88 Kembali Tangkap 2 Terduga Teroris

Tim Densus 88 Mabes Polri kembali menangkap dua terduga jaringan teroris yang terkait dengan terduga teroris yang ditangkap di Majalengka, Jawa Barat, Rio Priatna Wibowo (RPW).


Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (27/11), Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar menyatakan pada Sabtu (26/11) sekitar pukul 10.30 WIB, tim Densus 88 menangkap Bahrain Agam di Desa Blang Tarakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Bahrain yang memberi ide membuat bom, ikut membeli bahan peledak, dan memberi uang Rp 7 juta kepada Rio untuk membuat bom.

Kemudian, pada Minggu (27/11) sekitar pukul 10.00 WIB, tim Densus 88 juga menangkap Saiful Bahri alias Abu Syifa di Desa Baros, Serang, Banten. Saiful ikut membantu Rio membuat laboratorium bahan peledak high explosive. Kelompok tersebut berencana mengebom gedung DPR/MPR, Mabes Polri, Kedutaan Besar Myanmar, serta dua stasiun televisi.

"Keduanya kini sedang diperiksa intensif. Kelompok jaringan Rio merupakan sel JAD (Jemaah Anshar Daulah) yang berbaiat kepada ISIS," kata Boy.

Sebelumnya, pada Rabu (23/11), tim Densus 88 membekuk Rio Priatna Wibowo di Blok Situsari, Majalengka, Jawa Barat. Rio yang pernah menjadi tenaga honorer penyuluh pertanian di BP4K Pemkab Majalengka berinisial itu membangun laboratorium bawah tanah di rumahnya untuk membuat bom.

 



Artikel Terkait
» Kepala BNPT: Terorisme Butuh Penanganan Lintas Sektoral
» Perang Narkoba dan Putusan Vonis Hakim



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »