» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Amerika
02-12-2016
Amerika Harus Hentikan Penjualan Senjata ke Saudi
Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia Internasional, HRW mendesak Amerika Serikat untuk segera menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi karena agresi militer yang dilancarkan Riyadh ke Yaman.

Tasnim News (1/12) mengutip stasiun televisi Al Manar melaporkan, Sarah Margon, Kepala Kantor HRW di Washington, Kamis (1/12) dalam suratnya yang disampaikan kepada Barack Obama, Presiden Amerika, mendesak negara itu untuk menghentikan penjualan senjata ke Saudi.
 
Margon menjelaskan, pasukan Saudi terus melanjutkan serangan ke permukiman penduduk Yaman.
 
"Pemerintah Amerika dapat mencegah partisipasinya dalam agresi militer Saudi ke Yaman dengan menghentikan penjualan senjatanya ke Saudi," ujarnya.
 
Sarah Margon menerangkan, ini adalah kesempatan terakhir Obama untuk merubah kebijakan-kebijakan Washington di kawasan dengan menghentikan segera penjualan senjata ke Saudi.
 
HRW mengumumkan, Saudi dalam serangan udaranya ke Yaman kerap menggunakan bom-bom terlarang.
 
Pemerintah Barack Obama, Presiden Amerika beberapa waktu lalu menawarkan penjualan senjata dan peralatan militer lainnya lengkap dengan pelatihan militer senilai lebih dari 115 milyar dolar kepada Saudi.
 
Agresi militer Saudi ke Yaman yang sudah berlangsung selama 20 bulan dan mendapat dukungan penuh dari Amerika, telah menewaskan lebih dari 10 ribu warga sipil dan melukai 20 ribu lainnya.
 
Agresi militer Saudi ke Yaman juga menghancurkan lebih dari 80 persen infrastruktur negara itu.

Sumber :parstoday.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »