» Indonesia Harus Desak Dewan Keamanan PBB Mengusut Serangan Rudal AS ke Pangkalan Udara Shayrat, Suriah » Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina » Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif » Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat


Hankam
07-12-2016
ABRI Penegak Demokrasi UU 45
Penulis : M Djoko Yuwono

Mempelajari sejarah sejatinya adalah mempelajari nilai-nilai yang baik dan nilai-nilai yang buruk. Yang baik kita teruskan, yang buruk kita tinggalkan.


.
Di buku terbitan Seruling Masa tahun 1966 ini, Jenderal A. H. Nasution menguraikan garis-garis besar konsep Saptamarga, yakni rumusan akhlak prajurit ABRI (atau kini kita kenal dengan sebutan TNI). Iya, Saptamarga, tujuh butir rumusan akhlak TNI bersumberkan dari amanat Presiden RI tahun 1945 bahwa UUD 1945 adalah asas dan politik tentara. "Tentara tidak mengenal kompromi dalam membela negara dan ideologi negara," tulis A. H. Nasution.
.
Selain bersumber dari amanat Presiden RI, Saptamarga juga disarikan dari amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman tahun 1945: percaya pada kekuatan sendiri, jangan mengenal menyerah kepada siapa pun yang menjajah/menindas kita kembali.
.
Oleh karena itu, pesan Jenderal A. H. Nasution, "UUD 1945 bukan saja kita dukung atau bela dalam arti juridis, tetapi juga dalam arti ideologis."
.
Hal yang sama ditegaskan oleh Nasution pada 'up-grading' PWI tanggal 1 April 1966, "Dalam memuncaknya kegawatan-kegawatan sosial politik dan ekonomi belakangan ini maka lahirlah gagasan-gagasan dan kekuatan-kekuatan pendobrak. Gagasan kembalikan UUD 1945 secara konsekuen, baik idial maupun struktural, kembalikan revolusi kepada rel aslinya, rel UUD 1945. Koreksi semua penyelewengan UUD 1945 dan lain-lain seterusnya ...."
.
Pesan penting buku ini adalah seruan Jenderal A. H. Nasution agar kita jangan meninggalkan sejarah, jangan sampai hal-hal buruk terulang lagi, yakni pengkhianatan-pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Pembentukan Citra Negatif Indonesia di Luar Negeri

Antara Balkanisasi, Musuh Imajiner dan Pahlawan Fiktif

ASEAN-Kanada Sepakat Perkuat UMKM dan Lindungi Pekerja Migran

Wikipedia segera Disaingi Ensiklopedia Daring China

Kuba Pasar Potensial bagi Amerika Serikat

Moon Jae-in Menjadi Presiden ke-19 Korea Selatan

Warga Korsel Pilih Presiden Baru

GFI Ingatkan 5 Poin Pesan Panglima TNI

Wapres Buka Peringatan Hari Pers Sedunia 2017

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »