» Membaca Pulau Reklamasi dari Perspektif Geopolitik » Korut Sama Sekali Tidak Gentar Menghadapi Serangan Amerika Serikat » Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) » Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia » Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan


Timur Tengah
07-12-2016
Saudi Hukum Mati 15 Orang yang Dituduh Jadi Mata-mata Iran

Satu pengadilan di Arab Saudi menghukum mati 15 orang yang dituduh menjadi mata-mata untuk Iran menurut laporan surat kabar Alriyadh.


Ke-15 orang itu merupakan warga Saudi, sebagian besar berasal dari kelompok minoritas Syiah di negara itu menurut seorang sumber yang mengetahui kasus tersebut kepada kantor berita AFP.

Sumber itu mengatakan bahwa akan ada pengajuan banding terhadap keputusan hukuman mati tersebut.

Lima belas orang yang dijatuhi hukuman mati merupakan bagian dari 32 orang yang disidang dengan tuduhan melakukan spionase menurut laman Alriyadh.

Dua di antaranya dibebaskan sementara sisanya mendapat hukuman penjara antara enam bulan sampai 25 tahun.

Semua terdakwa adalah warga Saudi, kecuali satu orang warga Iran dan satu warga Afghanistan menurut laporan media Saudi.

Sumber AFP mengatakan satu dari dua terdakwa yang dibebaskan adalah orang asing.



Artikel Terkait
» Pemberontak Suriah Kehilangan Seluruh Timur Laut Aleppo
» Iran Umumkan Kesiapan Gelar Manuver Militer Bersama dengan Cina
» AS Ingin Memecah Belah Timteng untuk Lindungi Israel
» Lebanon Lantik Presiden Baru setelah Kevakuman 29 Bulan
» Era Hegemoni AS dan Sekutunya akan Berakhir di Tanah Syria
» Motif Latihan Perang P-GCC



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)
Pada 25 April 2017 forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) akan menyelenggarakan Senior Official Meeting (SOM) membahas aplikasi Ukraina untuk menempatkan ...

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Lihat lainya »
   Arsip
Iran Tingkatkan Pembelian Minyak Sawit Indonesia

Myanmar Bantah terjadi Pembersihan Suku Rohingya

Ini Sikap AS Terkait Serangan Ke Suriah

China Kembalikan Batu Bara asal Korea Utara

Malala Utusan Perdamaian PBB untuk Pendidikan Perempuan

Membaca "Tudingan Curang"-nya Trump terhadap Indonesia

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Plutokrasi: Tirani akan Menimbulkan Perlawanan

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Program Nuklir Korea Utara Akan Jadi Perang Diplomasi Antara Presiden Trump dan Presiden Jinping di Florida

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »