» Pelatihan Bela Negara Harus Dalam Bingkai Untuk Menangkal Perang Asimetris dan Skema Penjajahan Gaya Baru Yang Dilancarkan Asing » Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara » Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia » AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang » Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia


Timur Tengah
07-12-2016
Saudi Hukum Mati 15 Orang yang Dituduh Jadi Mata-mata Iran

Satu pengadilan di Arab Saudi menghukum mati 15 orang yang dituduh menjadi mata-mata untuk Iran menurut laporan surat kabar Alriyadh.


Ke-15 orang itu merupakan warga Saudi, sebagian besar berasal dari kelompok minoritas Syiah di negara itu menurut seorang sumber yang mengetahui kasus tersebut kepada kantor berita AFP.

Sumber itu mengatakan bahwa akan ada pengajuan banding terhadap keputusan hukuman mati tersebut.

Lima belas orang yang dijatuhi hukuman mati merupakan bagian dari 32 orang yang disidang dengan tuduhan melakukan spionase menurut laman Alriyadh.

Dua di antaranya dibebaskan sementara sisanya mendapat hukuman penjara antara enam bulan sampai 25 tahun.

Semua terdakwa adalah warga Saudi, kecuali satu orang warga Iran dan satu warga Afghanistan menurut laporan media Saudi.

Sumber AFP mengatakan satu dari dua terdakwa yang dibebaskan adalah orang asing.



Artikel Terkait
» Pemberontak Suriah Kehilangan Seluruh Timur Laut Aleppo
» Iran Umumkan Kesiapan Gelar Manuver Militer Bersama dengan Cina
» AS Ingin Memecah Belah Timteng untuk Lindungi Israel
» Lebanon Lantik Presiden Baru setelah Kevakuman 29 Bulan
» Era Hegemoni AS dan Sekutunya akan Berakhir di Tanah Syria
» Motif Latihan Perang P-GCC



 

Advance Search

   Isu Hangat »
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak
Kalau benar manuver diplomatik AS melalui DK-PBB tersebut dimaksudkan untuk mengajak seluruh dunia mengisolasi dan mengembargo Korea Utara, lantas bagaimana sikap Indonesia? ...

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Beroperasinya Sistem Pertahanan Anti-Rudal THAAD AS di Korea Selatan Sebenarnya Ditujukan Terhadap Cina

Waspadai Ukraina Mempolitisasi Etnis Muslim Tatar di Forum Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

Reunifikasi Menuju Penyelesaian Krisis Korea Harus Melibatkan Enam Negara (Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Jepang)

Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing

Lihat lainya »
   Arsip
Indonesia Harus Membujuk Korea Utara Agar Bersikap Moderat dan Lunak

Indonesia Harus Berperan Aktif bersama ASEAN Menolak Manuver Diplomatik AS Mengisolasi Korea Utara

Uranium, Freeport McMoran dan Indonesia

AS Gunakan Afghanistan Sebagai Ajang Uji Coba Peralatan Militer dan Metode Perang

Implementasi Pemahaman Wawasan Nusantara Dalam Wujudkan Negara Maritim Indonesia

Zijin Mining Group Company Limited, Perusahaan Cina Yang Siap Mengambil Alih Freeport Indonesia?

Turki Dukung RI Jadi Anggota DK PBB

Dibalik Sukses Pengendalian Harga-harga Pangan pada Idul Fitri 2017

Freeport: Memperpanjang Pelecehan dan "Freedom of Looting"

Arab Saudi dan Sekutu Beri Tambahan Waktu Dua Hari kepada Qatar

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »