» Uji Coba Rudal Jarak Menengah Korea Utara Semakin Meningkatkan Eskalasi Konflik di Semenanjung Korea » Geoposisi Silang dan Fee pada Choke Points » Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia » Berebut Kedaulatan Spratly, Memicu Ketegangan Baru di Asia Tenggara Pada Era Donald Trump » Titik-Titik Strategis dan Kritis atas Takdir Geopolitik Indonesia yang Harus Disikapi


Komentar Pembaca
07-12-2016
Bagus
Pahami Esensi dan Pergerakan Praktek Geopolitik dan Proxywar

Kepada yth. Global Review Melihat dan memahami dua artikel yang ditampilkan di laman the global review ini, yaitu artikel dengan judul Maklumat Polri dan Perkiraan Skenario 212 (artikel pertama) dan Hormati Hukum, Aksi 212 Tidak Perlu Dilakukan (artikel kedua).


Saya melihat adanya plagiarisme, entah itu dilakukan oleh artikel pertama dari artikel kedua atau sebaliknya. Mohon kiranya ini menjadi perhatian serius redaksi the global review untuk menjaga kredibilitas nama website ini dan informasi yang ditampilkan. Selain itu, saya melihat bahwa redaksi the global review belum memahami esensi dan pergerakan praktek geopolitik dan proxywar sehingga kurang tepat memposisikan diri terhadap isu nasional yang krusial saat ini, yang berkembang dengan dinamis di Jakarta.

Memposisikan diri dengan melarang aksi damai 212, the global review kurang memahami tulisan-tulisan sendiri ilmu pengetahuan geopolitik yang disampaikan kepada pembacanya. Redaksi the global review dapat mencontoh pandangan dan praktek antisipasi Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam menghadapi isu nasional yang krusial saat ini dari segi geopolitik dan proxy war.

Kiranya ke depan the global review semakin dewasa dan matang serta lebih sensitif dan komprehensih keintelijenannya dalam mengolah dan menyajikan informasi mengenai isu-isu nasional dari segi geopolitik, geostrategi dan ancaman proxy war.



 




 

Advance Search

   Isu Hangat »
Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia
Pada 2014 lalu, Global Future Institute sempat menyorot secara khusus etnis Tatar yang bermukim di Crimea. Waktu itu, beberapa tokoh etnis Tatar dari seluruh dunia berkumpul ...

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Perlu Mempertimbangkan Rusia Sebagai Sekutu Strategis Indonesia Dalam Mengaktualisasikan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Lewat Sepucuk Surat Trump Cairkan Hubungan dengan China

Khayalan Tingkat Dewa, Komunis Bangkit Lagi

Pilkada: Untuk Rakyat atau Politisi

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Indonesia dan Korsel Bahas Kerjasama Bilateral

Uni Eropa akan Tetap Terapkan Sanksi kepada Rusia

Uni Eropa Diminta Tidak Ikuti Permainan Trump

Cinta dan Kebenaran

Rex Tillerson Dikukuhkan sebagai Menlu AS

Sekjen PBB Desak AS Cabut Larangan Masuknya Pengungsi Muslim

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »