» Memberi Makna Baru tentang Motif Politik Di Balik Pembunuhan Presiden Panama Omar Torrijos » Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil » Membaca IORA dari Sisi Lain Geopolitik » Indonesia dan Geopolitik Samudra Hindia » Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing


Timur Tengah
09-12-2016
Inggris Cuma Ingin Senjatanya Dibeli Negara-negara Arab
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran merespons pernyataan Theresa May, Perdana Menteri Inggris, terkait negeri kaum Mullah ini. Ia berkata, negara yang memicu ketidakamanan di negara-negara lain, tidak berhak menuduh negara lain mengintervensi urusan di kawasan.

“Negara yang intervensinya dalam urusan internal negara-negara lain menyebabkan perang, terorisme, dan kekerasan, tidak dalam posisi untuk menasihati selainnya,”ujar Bahram Qassemi.
 
Dia menambahkan, ucapan-ucapan May berpangkal pada perubahan hubungan antara Inggris dan Uni Eropa. Perubahan hubungan ini menimbulkan problem dalam kepentingan dan posisi internasional negara monarki ini. Sebab itu, May mengeluarkan pernyataan tak berdasar terkait pemerintah dan rakyat Iran. Tujuannya adalah menarik simpati sejumlah kepala negara anggota GCC.
 
“Tampaknya, pernyataan-pernyataan seperti ini dikeluarkan guna menjalin kesepakatan jual-beli senjata antara Inggris dan negara-negara Teluk. Pada akhirnya, ini akan memperparah krisis akibat kejahatan perang di Yaman, Suriah, Bahrain, Irak, dan negara-negara Islam di kawasan,”ungkap Qassemi.
 
Iran Tolak Tuduhan Politisasi Haji
 
Qassemi juga membantah tuduhan bahwa Iran mempolitisasi haji. Dia mengecam dalih yang dibuat-buat Saudi untuk melarang warga Iran melaksanakan ibadah haji. Langkah Saudi disebutnya sebagai bentuk ‘shad an sabilillah’ (menghalangi orang menempuh jalan Allah).
 
“Sayangnya, alih-alih bertanggung jawab atas tragedi Mina, Saudi justru tetap berupaya memanfaatkan posisinya sebagai pelayan Haramain untuk tujuan-tujuan politis,”tegasnya.
 
Qassemi juga menegaskan, kawasan Timur Tengah harus bersih dari senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir. Menurutnya, sebagian butir statement GCC tentang kesepakatan nuklir Iran disebabkan pemahaman keliru atas isi resolusi-resolusi terkait

Sumber :liputanislam.com

 

Advance Search

   Isu Hangat »
Laporan Penggunaan Doping Olahragawan Kelas Dunia Berpotensi Dijadikan Alat Politik untuk Menghancurkan Reputasi Olahrawan Negara Pesaing
Sebenarnya para olahragawan dan olahragawati yang “ketangkap basah” menggunakan doping, bukan hal baru terjadi di dunia olahraga. Ketika olahraga dewasa ini semakin erat kaitannya dengan prestise ...

Etnis Tatar Tetap Dimainkan Negara-Negara Blok Barat untuk Aksi Destabilisasi terhadap Rusia

Kalau ASEAN Satu Misi dan Satu Suara, Bisa Mengalahkan Amerika Serikat dan Eropa

Merevitalisasi Peran Aktif Indonesia di Forum OKI Sebagai Mediator Berbagai Konflik yang Terjadi di Timur-Tengah dan Negara-Negara Lain

Dalam Konflik Luat Cina Selatan, Indonesia Mampu Memainkan Peran Sebagai The Honest Broker (Penengah Yang Jujur)

Menghidupkan Kembali WE FEELING Afrika Kepada Indonesia Dalam Rangka Mengaktualisasikan Kembali Politik Luar Negeri RI Yang Bebas-Aktif

Lihat lainya »
   Arsip
Mahasiswa Papua Minta Freeport Ditutup

Membaca Langkah Trump dari Perspektif The Power of Oil

Kontroversi Keberadaan Freeport

Penyebaran Paham Radikalisme: Ancaman Nyata Kedaulatan NKRI

Menyikapi Kasus Freeport

Bangkitnya Komunisme dalam Konstelasi Politik Indonesia

Bom Panci di Cicendo, Pesan Eksistensi Kelompok Radikal

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh

Saatnya Mengambil Alih Freeport

Lihat lainya »
   Bedah Buku
Pengarang :
Isu-isu Sensitif Diletupkan Supaya Negara-negara Imperialis Bebas Mengeruk Sumber Daya Alam Indonesia

Judul:
Perang Asimetris dan Skema Penajajahan Gaya Baru
Penulis:
M. Arief Pranoto dan Hendrajit
Penerbit:
Global Future Institute
Cetakan:
I, Desember 2016
Tebal Buku: 234 Halaman

Lihat Lainnya »